Corona Bikin Korsel Siaga Satu, Kepala BKPM Waspada Dampak Sistemik

Senin, 24 Februari 2020 - 16:21 WIB
Corona Bikin Korsel...
Corona Bikin Korsel Siaga Satu, Kepala BKPM Waspada Dampak Sistemik
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, mewabahnya virus Corona ini berdampak secara sistemik, masif dan sangat terstruktur. Bahwa membuat Korea Selatan (Korsel) meningkatkan kewaspadaan terhadap virus corona hingga tingkat tertinggi atau siaga satu, ketika angka korban terdampak dan yang meninggal dunia akibat virus corona terus meningkat.

Terkait hal itu, Bahlil mengungkapkan investasi dari Korea Selatan sejauh ini masih stabil. "Kalau sejauh ini masih stabil investasi dari Korea Selatan," ungkapnya saat menyambangi Kementerian Koordinator (Kemenko) Maritim dan Investasi di Jakarta, Senin (24/2/2020).

Meski begitu, Ia mengkhawatirkan wabah virus Corona yang bisa berdampak sistemik dan struktur hingga bisa menurunkan realisasi investasi apabila terjadi berkepanjangan. Apalagi realisasi investasi di China bakal mengalami penurunan, jika penyebaran virus corona (COVID-19) tidak kunjung dihentikan.

"Corona ini berdampak sistemik, masif dan terstruktur sampai sekarang. Kalau sampai bulan Maret, pasti kemungkinan besar ada dampaknya. Sekarang itu was-was itu China," jelasnya.

Sebagai informasi, wabah penyakit virus corona telah merenggut lebih dari 2.000 nyawa di seluruh dunia, dengan dampak yang juga mempengaruhi industri teknologi hingga manufaktur. Adapun, kabar terbaru datang dari smartphone pabrikan asal Korea Selatan yakni Samsung, yang telah menutup pabrik ponselnya di Gumi setelah seorang karyawan terinfeksi corona virus.

Pabrik yang menjadi tempat Samsung memproduksi Galaxy Fold dan Galaxy Z Flip ini akan menutup ruangan satu lantai tempat pegawai yang terinfeksi hingga 25 Februari mendatang. Sementara itu imbas dari virus Corona yang mengancam ekonomi China berdampak ke dunia lantaran negeri Tirai Bambu -julukan China- itu memegang porsi yang besar.

Selain sektor pariwisata, sektor manufaktur dan perdagangan internasional juga akan terdampak. Mengingat, 27% impor non migas berasal dari China, kemudian 16,7% pangsa ekspor Indonesia adalah China.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Target Investasi 2020...
Target Investasi 2020 Bakal Direvisi Usai Terdampak Corona
Bahlil Akui Banyak Proyek...
Bahlil Akui Banyak Proyek Investasi Tertunda Gara-gara Corona
Kepala BKPM Kesulitan...
Kepala BKPM Kesulitan Tarik Investor Asing di Tengah Pandemi Corona
Bahlil Sebut Corona...
Bahlil Sebut Corona Ancam Target Investasi 2020
Tekad Kuat Wamen Investasi...
Tekad Kuat Wamen Investasi Benahi Perizinan Demi Ekonomi Tumbuh 8 Persen
BKPM Siapkan 6 Strategi...
BKPM Siapkan 6 Strategi Pulihkan Investasi di 2021
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
7 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
7 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
8 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
8 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
8 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
9 jam yang lalu
Infografis
Tanda Sakit Kepala Tidak...
Tanda Sakit Kepala Tidak Normal, Waspada Jika Disertai Demam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved