Status Negara Berkembang Dicabut, Kepala BKPM Kaji Untung-Ruginya

Senin, 24 Februari 2020 - 17:11 WIB
Status Negara Berkembang...
Status Negara Berkembang Dicabut, Kepala BKPM Kaji Untung-Ruginya
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia tengah mengkaji keuntungan dan kerugian dari langkah pemerintah Amerika Serikat (AS) yang mengeluarkan Indonesia dari status negara berkembang .

"Saya baru tahu kemarin. Saya lagi meminta tim BKPM untuk mengecek apa saja kerugian kita ketika keluar dari negara berkembang menjadi negara maju dan apa saja keuntungan bagi kita sebagai negara maju," ujarnya saat ditemui di Gedung iNews, Jakarta, Senin (24/2/2020).

Bahlil menuturkan, dikeluarkannya Indonesia dari status negara berkembang menjadi negara maju pasti ada positif dan negatifnya. Menurut dia, tidak selamanya ini dianggap bagus.

"Saya belum tahu alasannya apa. Kalau menurut saya pasti ada plus minus-nya. Plus minus ini jangan kita bangga dulu dengan dia mengeluarkan Indonesia dari negara-negara berkembang menjadi negara maju. Karena tidak semua itu dianggap bagus," ungkapnya.

Sebelumnya, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah mengatakan, Indonesia tidak diuntungkan atas dikeluarkannya dari daftar negara berkembang dan masuk sebagai negara maju oleh AS. Fasilitas GSP (Generalized System of Preferences) yang selama ini banyak didapat oleh pelaku usaha Indonesia akan dicabut.

"Dampaknya sudah pasti negatif terhadap ekspor kita ke AS. Tanpa fasilitas GSP yang artinya tidak ada kemudahan tarif barang-barang. Kita bisa jadi sulit bersaing untuk masuk ke AS sehingga bisa menekan nilai ekspor Kita. Ujungnya akan menurunkan surplus atau semakin membuat neraca dagang kita defisit," jelasnya.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tekad Kuat Wamen Investasi...
Tekad Kuat Wamen Investasi Benahi Perizinan Demi Ekonomi Tumbuh 8 Persen
Dongkrak Investasi,...
Dongkrak Investasi, Bahlil Tekankan Perlunya Ngaca Negara Tetangga
Ekonomi China Mungkin...
Ekonomi China Mungkin Tidak Akan Pernah Melampaui Ekonomi Amerika
Jangan Senang Dulu,...
Jangan Senang Dulu, Investasi Melejit Bukan Bukti Ekonomi Pulih
Pejabat BKPM Sebut Ekonomi...
Pejabat BKPM Sebut Ekonomi Indonesia Bak Logo Nike
Indonesia Negara Paling...
Indonesia Negara Paling Korup ke 85 dari 180 Negara Bikin Investor Ogah Taruh Duit
Berita Terkini
Lionel Express Hadirkan...
Lionel Express Hadirkan Solusi Distribusi Barang B2B ke Seluruh Indonesia
38 menit yang lalu
Perkuat Ekosistem Emas...
Perkuat Ekosistem Emas Nasional, Pegadaian Resmi Jadi Bagian Pendirian Indonesia Bullion Market Association (IBMA)
58 menit yang lalu
Nikmati Pengalaman Nonton...
Nikmati Pengalaman Nonton Terbaik di XXI dengan Penawaran Eksklusif dari BRI
1 jam yang lalu
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
2 jam yang lalu
IHSG Masih Perkasa,...
IHSG Masih Perkasa, Hari Ini Dibuka Menanjak Naik 0,67% ke level 6.273.
3 jam yang lalu
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved