Laju Penguatan Rupiah Diprediksi Masih Akan Tertahan
Selasa, 03 Maret 2020 - 09:12 WIB
Laju Penguatan Rupiah Diprediksi Masih Akan Tertahan
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan kedua pekan ini diyakini masih akan tertahan. Sebelumnya mata uang Garuda berada pada posisi Rp14.265 per USD dari sesi penutupan kemarin yang bertengger di Rp14.317/USD dan bergerak di antara level Rp14.257-Rp14.407/USD.
Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra mengatakan, dorongan negatif ini dikarenakan pasar mulai mengkhawatirkan perkembangan virus corona yang sudah mulai terjadi di Indonesia yang bisa menjadi penekan rupiah. "Potensi pergerakan IDR terhadap USD di kisaran 14180-14350," ujar Ariston di Jakarta, Selasa (3/3/2020).
Dia pun melanjutkan ada sentimen positif masuk ke pasar keuangan kemarin karena ekspektasi stimulus global seperti potensi pemangkasan suku bunga acuan Bank Sentral AS bulan ini. "Rupiah juga kemarin menguat karena program stimulus yang diumumkan BI kemarin sore," jelasnya.
Sambung dia menerangkan, Bank Sentral Jepang dilaporkan melakukan operasi pasar dengan membeli obligasi sebesar 500 milyar yen. Indeks saham Asia terlihat positif pagi ini.
"Sentimen positif ini mungkin bisa mendorong penguatan rupiah hari ini. Tapi bisa jadi penguatan rupiah bakal tertahan," ungkapnya.
Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra mengatakan, dorongan negatif ini dikarenakan pasar mulai mengkhawatirkan perkembangan virus corona yang sudah mulai terjadi di Indonesia yang bisa menjadi penekan rupiah. "Potensi pergerakan IDR terhadap USD di kisaran 14180-14350," ujar Ariston di Jakarta, Selasa (3/3/2020).
Dia pun melanjutkan ada sentimen positif masuk ke pasar keuangan kemarin karena ekspektasi stimulus global seperti potensi pemangkasan suku bunga acuan Bank Sentral AS bulan ini. "Rupiah juga kemarin menguat karena program stimulus yang diumumkan BI kemarin sore," jelasnya.
Sambung dia menerangkan, Bank Sentral Jepang dilaporkan melakukan operasi pasar dengan membeli obligasi sebesar 500 milyar yen. Indeks saham Asia terlihat positif pagi ini.
"Sentimen positif ini mungkin bisa mendorong penguatan rupiah hari ini. Tapi bisa jadi penguatan rupiah bakal tertahan," ungkapnya.
(akr)