Rupiah Tengah Pekan Dibuka Membaik Saat Dolar AS Defensif

Rabu, 04 Maret 2020 - 10:33 WIB
Rupiah Tengah Pekan...
Rupiah Tengah Pekan Dibuka Membaik Saat Dolar AS Defensif
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan, Rabu (4/3/2020) dibuka membaik, meski tidak terlalu besar dari sesi sebelumnya. Tren pemulihan kurs rupiah hari ini mengiringi dolar AS yang bergerak defensif setelah The Fed memangkas suku bunga sebesar 50 basis point sebagai langkah darurat.

(Baca Juga: Redam Dampak Virus Corona ke Ekonomi AS, The Fed Pangkas Suku Bunga 50 Bps )

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini menguat ke posisi Rp14.171 per USD untuk kembali melawan, meski hanya tipis dari sesi sebelumnya. Rupiah memperlihatkan sedikit peningkatan dibandingkan Selasa, kemarin Rp14.222/USD.

Sementara posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga ikut melompat ke level Rp14.160/USD untuk jadi perbaikan dibandingkan dari sesi penutupan sebelumnya Rp14.282/USD. Rupiah hari ini bergerak di antara Rp14.157-Rp14.185/USD.

Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan pagi terlihat perkasa menjadi Rp14.227/USD atau merangkak naik dari kemarin Rp14.235/USD. Rupiah sendiri masih dibayangi faktor eksternal yang masih penuh ketidakpastian.

Posisi rupiah berdasarkan data Yahoo Finance hari ini justru berbalik menanjak naik menjadi Rp14.220 per USD. Raihan tersebut lebih tinggi dari sebelumnya Rp14.275/USD lewat pergerakan harian Rp14.220 sampai dengan Rp14.220/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Dolar AS melayang mendekati level terendah dalam lima bulan versus Yen Jepang pada perdagangan hari Rabu setelah Federal Reserve AS alias The Fed memangkas suku bunga acuan sebesar 50 bps. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah darurat karena besarannya lebih besar dari sebelumnya, hingga memicu lebih banyak kecemasan tentang dampak dari virus corona.

Greenback diperdagangkan dekat posisi terendah dalam hampir dua tahun melawan franc Swiss saat investor berbondong-bondong ke aset safe-heaven. Euro juga menjadi salah satu mata uang yang mendapatkan keuntungan dari kelemahan dolar.

Dolar AS turun menjadi 106,85 terhadap Yen Jepang di Asia pada hari Rabu, atau menjadi yang terendah dalam hampir lima bulan dan kemudian sempat menyentuh level 107,26 yen. The greenback bertengger pada posisi 0,9561 versus Franc Swiss mendekati tingkat terlemah dalam hampir dua tahun.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Balik Arah, Rupiah Menguat...
Balik Arah, Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.251 Sore Ini
Rupiah Tertekan Meski...
Rupiah Tertekan Meski Indeks Dolar AS Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah...
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp15.036
Rupiah Punya Peluang...
Rupiah Punya Peluang Saat Penguatan Dollar AS Tertahan di Tengah Sikap Wait and See
Rupiah Tengah Pekan...
Rupiah Tengah Pekan Dibuka Loyo ke Rp14.853/USD Iringi Kejatuhan Pounds
Berita Terkini
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
21 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
1 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
1 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
2 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
2 jam yang lalu
Infografis
6 Pekan, Houthi Tembak...
6 Pekan, Houthi Tembak Jatuh 7 Drone AS Senilai Rp3,4 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved