Proyek Blok Masela Harus Beri Dampak Ekonomi Bagi Pelaku KUMKM

Rabu, 04 Maret 2020 - 20:08 WIB
Proyek Blok Masela Harus...
Proyek Blok Masela Harus Beri Dampak Ekonomi Bagi Pelaku KUMKM
A A A
JAKARTA - Proyek Blok Masela pada tahun 2020 ini sudah bisa memasuki tahapan proses konstruksi fasilitas produksi, sedangkan mulai produksi (on stream) ditargetkan pada 2027. Dengan dimulainya pengelolaan Blok Masela ini diharapkan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar yang di dalamnya terdapat pelaku koperasi dan UMKM.

“Jadi kalau lokasi ini bisa berkembang dengan bisnis pada migas tentu pekerjanya butuh makan, maka jangan menyerahkan kepada pihak luar untuk menyiapkan urusan seperti itu, tapi berikan kepada masyarakat lokal di sini,” kata Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan di Jakarta, Rabu (4/3/2020).

Dia melanjutkan, harus ada pertukaran ekonomi antara perusahaan dengan masyarakat setempat. Sharing ekonomi ini akan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak bilamana saling bersinergi. “Ini pun diharapkan Blok Masela mengembangkan apa itu ekonomi sharing, ekonomi yang menumbuhkan semua pihak karena tidak berjalan sendiri-sendiri.

Kemenkop dan UKM sendiri akan menyiapkan sejumlah program bagi penguatan pelaku koperasi dan UMKM di Kabupaten Kepulauan Tanimbar. “Pertama, kita suport dari sisi peningkatan kapasitas melalui pelatihan-pelatihan. Pelatihan apa yang dalam waktu dekat ini akan kita coba sampaikan kepada masyarakat di sini,” kata Prof Rully.

Kedua, Kemenkop dan UKM juga menyiapkan kelembagaan koperasi bagi pelaku UKM di Kabupaten yang berbatasan langsung dengam Australia tersebut. “Kita fokuskan ke koperasi wanita, karena kebanyakan wanita punya waktu yang lebih. Nanti kita kucurkan skema kredit Mekar dari PNM. Selanjutnya program ini akan menjadi pilot project bagi daerah lain yang setipe,” ucapnya.

Ketiga, memberi dukungan pembiayaan bagi penguatan modal usaha pelaku KUMKM melalui pengembangan startup. “Tadi kita juga minta PNM terlibat di sini. Nanti Kalau itu sudah berjalan dan kelembagaan koperasi sudah berjalan itu akan lebih baik dan saya kira KUR sudah jalan. Kalau diformalkan melalui koperasi maka LPDB bisa bantu,” katanya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
UMKM Diharapkan Naik...
UMKM Diharapkan Naik Kelas dengan Memanfaatkan Aplikasi Lokal
Pengusaha: Pemerintah...
Pengusaha: Pemerintah Tidak Bisa Sendirian Menangani UMi
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan 10 Juta UMKM Melek Digital Tahun Ini
Keren, 20 UKM Siap Produksi...
Keren, 20 UKM Siap Produksi Merchandise Resmi G20 Indonesia
Pelaku Usaha Mikro Paling...
Pelaku Usaha Mikro Paling Rawan Bangkrut Saat Krisis Datang
Gojek Bantu Kembangkan...
Gojek Bantu Kembangkan 100.000 UMKM di Tengah Pandemi
Berita Terkini
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
49 menit yang lalu
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
1 jam yang lalu
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
1 jam yang lalu
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
3 jam yang lalu
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
3 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
4 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved