Pemerintah Siap Siaga Hadapi Harga Minyak Dunia yang Anjlok
Senin, 09 Maret 2020 - 23:11 WIB
Pemerintah Siap Siaga Hadapi Harga Minyak Dunia yang Anjlok
A
A
A
JAKARTA - Harga minyak dunia babak belur akibat penyebaran virus corona. Pada perdagangan Senin, harga minyak Brent anjlok USD8,44 atau 18,7% ke level USD36,80 per barel. Begitu pula dengan harga acuan West Texas Intermediate yang terjun 18% atau USD7,36 ke level USD33,93 per barel.
Kejatuhan harga minyak dunia akan memberikan pengaruh bagi ekonomi Indonesia. Karena itu, Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, mengatakan pemerintah bersiap siaga dengan kondisi harga minyak dunia yang menurun. Meskipun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) memiliki fleksibilitas namun penurunan harga minyak dunia tentu bakal memberikan pengaruh tersendiri.
"Di APBN kita itu memiliki fleksibilitas. Namun benar bahwa dengan lihat kondisi ekonomi dunia sekarang, kita musti berjaga-jaga," ujar Suahasil di Gedung Dhanapala, Kemenkeu, Jakarta, Senin (9/3/2020).
Suahasil menekankan bahwa pemerintah secara serius memantau bagaimana perkembangan harga minyak dunia ke depannya. Salah satunya apakah penurunan harga minyak ini akan berlangsung secara permanen ataukah hanya terjadi sementara saja.
"Tapi sejak perkembangan pekan lalu, harga minyak memang (turun) cukup drastis. Tentu kita harus pantau lebih lanjut seberapa permanen atau seberapa lama dia ditingkat rendah, seberapa cepat naik," jelas dia. Baca: Arab Saudi dan Rusia Deklarasikan Perang, Harga Minyak Mentah Ambruk 29%
Dia menambahkan pemerintah ingin menjaga agar kegiatan ekonomi bisa tetap berjalan di tengah tekanan yang ada. Salah satunya menyusun stimulus menggunakan dana APBN untuk mencegah dampak virus corona terhadap perekonomian.
"Kita perhatikan terus ke depannya. Yang sudah diumumkan adalah stimulus dua hingga tiga pekan lalu. Kita lihat saja. Tapi APBN tetap fleksibel menyikapi bagaimana kondisi penerimaan dan belanja," pungkasnya.
Kejatuhan harga minyak dunia akan memberikan pengaruh bagi ekonomi Indonesia. Karena itu, Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, mengatakan pemerintah bersiap siaga dengan kondisi harga minyak dunia yang menurun. Meskipun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) memiliki fleksibilitas namun penurunan harga minyak dunia tentu bakal memberikan pengaruh tersendiri.
"Di APBN kita itu memiliki fleksibilitas. Namun benar bahwa dengan lihat kondisi ekonomi dunia sekarang, kita musti berjaga-jaga," ujar Suahasil di Gedung Dhanapala, Kemenkeu, Jakarta, Senin (9/3/2020).
Suahasil menekankan bahwa pemerintah secara serius memantau bagaimana perkembangan harga minyak dunia ke depannya. Salah satunya apakah penurunan harga minyak ini akan berlangsung secara permanen ataukah hanya terjadi sementara saja.
"Tapi sejak perkembangan pekan lalu, harga minyak memang (turun) cukup drastis. Tentu kita harus pantau lebih lanjut seberapa permanen atau seberapa lama dia ditingkat rendah, seberapa cepat naik," jelas dia. Baca: Arab Saudi dan Rusia Deklarasikan Perang, Harga Minyak Mentah Ambruk 29%
Dia menambahkan pemerintah ingin menjaga agar kegiatan ekonomi bisa tetap berjalan di tengah tekanan yang ada. Salah satunya menyusun stimulus menggunakan dana APBN untuk mencegah dampak virus corona terhadap perekonomian.
"Kita perhatikan terus ke depannya. Yang sudah diumumkan adalah stimulus dua hingga tiga pekan lalu. Kita lihat saja. Tapi APBN tetap fleksibel menyikapi bagaimana kondisi penerimaan dan belanja," pungkasnya.
(ven)
Lihat Juga :