Harga Minyak Terkerek Seiring Pelonggaran Pembatasan Covid di China

Senin, 14 November 2022 - 11:35 WIB
loading...
Harga Minyak Terkerek Seiring Pelonggaran Pembatasan Covid di China
Harga minyak mentah dunia hari ini naik. Ilustrasi Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Harga minyak mentah atau crude oil hari ini terpantau naik seiring eskpektasi pasar terhadap pelonggaran kebijakan Covid-19 di China yang berpotensi mendongkrak permintaan minyak.

Data perdagangan Intercontinental Exchange (ICE) hingga pukul 09:49 WIB mencatat harga minyak kontrak Januari 2023 menguat 0,42% di USD96,39 per barel.

Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange (NYMEX) untuk pengiriman Januari menanjak 0,33% sebesar USD88,45 per barel.

Meskipun menghijau pagi ini, Brent dan WTI masih mengalami tekanan secara kumulatif pada pekan lalu masing-masing sebesar 2,6% dan 4%.

Baca juga: AS Tetapkan Banyak Syarat bagi India untuk Beli Minyak Rusia

Beberapa waktu terakhir, Komisi Kesehatan Nasional China telah menyesuaikan sejumlah langkah pencegahan dan pengendalian pandemi, kendati kasus harian masih naik selama akhir pekan.

Beberapa kebijakan pelonggaran pun dibuat. Antara lain mempersingkat waktu karantina bagi para pelancong selama dua hari, serta menghapus penalti kepada maskapai penerbangan yang membawa penumpang yang terinfeksi.

"Pelonggaran terbaru dalam persyaratan karantina tentu saja merupakan langkah awal yang baik, tetapi pasar kemungkinan perlu melihat pelonggaran lebih lanjut apabila mau mempertahankan antusiasme harga minyak baru-baru ini," demikian analisa ING dalam sebuah catatan, dilansir Reuters, Senin (14/11/2022).

Baca juga: Jualan Minyak Mentah Laris Manis, Rusia Kantongi Rp2,32 Triliun Hanya dalam 7 Hari

Terpisah, Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen pada Jumat (14/11) mengatakan bahwa India dapat terus membeli minyak dari Rusia sebanyak yang diinginkannya, termasuk dengan harga di atas mekanisme batas harga menyusul sanksi yang telah ditetapkan G7. Penetapan syarat ini juga menjadi katalis penggerak harga.

Di sisi lain, perkembangan terbaru terkait inflasi yang melandai di Amerika Serikat (AS) membawa komentar positif dari sejumlah pejabat bank sentral AS Federal Reserve atau The Fed.

Hal ini seperti dikemukakan pejabat The Fed Christopher Waller yang mengatakan akan mengambil sejumlah langkah agar dapat mengurangi laju kenaikan suku bunga.
(ind)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1453 seconds (10.177#12.26)