Harga Minyak Terjepit Akibat Virus Corona dan Perang Harga

Senin, 16 Maret 2020 - 13:28 WIB
Harga Minyak Terjepit...
Harga Minyak Terjepit Akibat Virus Corona dan Perang Harga
A A A
SINGAPURA - Harga minyak kembali memperpanjang kerugian pada Senin (16/3/2020) akibat penurunan suku bunga darurat oleh Federal Reserve Amerika Serikat, yang dinilai gagal dalam menenangkan pasar keuangan global yang sedang panik akibat penyebaran virus corona. Selain itu, harga minyak tergerus akibat perang harga antara Rusia dan Arab Saudi.

Mengutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent International jatuh USD1,13 menjadi USD32,72 per barel pada pukul 02:30 GMT, setelah anjlok 25% pada pekan lalu, yang merupakan penurunan mingguan terbesar sejak 2008. Harga minyak mentah acuan Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI) tergelincir 72 sen menjadi USD31,01 per barel.

Harga si emas hitam terus dibawah tekanan akibat pandemi virus corona yang berdampak terhadap penurunan permintaan. Sementara itu, perang harga antara Rusia dan Arab Saudi membuat pasokan minyak menjadi berlebih akibat kedua negara terus menggenjot produksi.

Awal Maret ini, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Rusia gagal memperpanjang perjanjian pemangkasan produksi yang telah dijalin sejak 2016. Pandemi corona ke seluruh dunia membuat mereka menggenjot produksi demi meningkatkan penjualan kepada konsumen di Asia dan Eropa.

"Pasar minyak anjlok dimana pelaku pasar tidak yakin bahwa pelonggaran kebijakan moneter dan suntikan likuditas dapat menyelesaikan krisis kesehatan. Karena inti dari masalah ini adalah infeksi global virus corona. Dan yang dapat menyelesaikan adalah menyembuhkan atau vaksin dari virus ini," kata ekonom OCBC Bank, Selena Ling.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wabah Corona: WHO Tolak...
Wabah Corona: WHO Tolak Mentah-mentah Gagasan Herd Imunity
Harga Minyak Dunia Ambruk...
Harga Minyak Dunia Ambruk Saat Gelombang Kasus Baru Covid-19 Terus Bermunculan
Harga Minyak Terkerek...
Harga Minyak Terkerek Seiring Pelonggaran Pembatasan Covid di China
Harga Minyak Dunia Ambruk...
Harga Minyak Dunia Ambruk 2% di Tengah Lonjakan Kasus Baru Corona
Negara Industri Mulai...
Negara Industri Mulai Bangkit, Harga Minyak Diprediksi Menguat
WHO Kembali Tolak Mentah-mentah...
WHO Kembali Tolak Mentah-mentah Gagasan Herd Immunity
Berita Terkini
JEC Eye Hospitals &...
JEC Eye Hospitals & Clinics Raih Marketeers OMNI Brands of the Year 2026
55 menit yang lalu
Bank Bangkrut di Indonesia...
Bank Bangkrut di Indonesia Tambah Lagi, Izin Dicabut OJK Akibat Penyehatan Modal Gagal
1 jam yang lalu
Perusahaan APAC Berlomba...
Perusahaan APAC Berlomba Adopsi AI, Data Gudang Masih Jadi Hambatan
1 jam yang lalu
Pajak Digital Tembus...
Pajak Digital Tembus Rp52,85 Triliun per Mei 2026, Ini 4 Pilar Penopangnya
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Merayap Tipis ke 6.010, Ada 519 Saham Malas Bergerak
3 jam yang lalu
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
5 jam yang lalu
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved