Harga Jahe Mahal, Ini Langkah Kementerian Pertanian

Minggu, 22 Maret 2020 - 11:55 WIB
Harga Jahe Mahal, Ini...
Harga Jahe Mahal, Ini Langkah Kementerian Pertanian
A A A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) akan terus meningkatkan pasokan komoditas tanaman herbal dan rmpah seperti jahe dan temulawak. Hal ini dikarenakan sejumlah rempah dan herbal seperti jahe mengalami kenaikan harga seiring naiknya permintaan.

Kasubdit Tanaman Obat Ditjen Hortikultura Kementan Wiwi Sutiwi mengatakan, konsumsi rempah tahun ini cenderung meningkat, karena banyak masyarakat yang mulai sadar akan pentingnya kebugaran tubuh dengan mengonsumsi produk herbal.

"Terutama setelah adanya kasus penularan Covid-19 yang membuat masyarakat menyadari pentingnya produk pertanian untuk kesehatan. Bahkan akhir-akhir ini konsumsi jahe dan rempah meningkat tajam," kata Wiwi di Jakarta, Minggu (22/3/2020).

Berkaitan dengan itu, kata Wiwi, pemerintah akan mengimbangi peningkatan permintaan tersebut dengan pengembangan kawasan tanaman rempah dan obat di sejumlah wilayah seperti Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

"Untuk mengimbangi angka konsumsi, kta akan mengembangkan kawasan jahe, merah, jahe gajah, jahe emprit dan rempah lainnya di sejumlah daerah. Produksi rempah harus meningkat dari angka tahun 2019 yang hanya 173.888 ton," katanya.

Kepala Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) Kementerian Pertanian Evi Savitri Iriani menyampaikan bahwa tanaman jahe, kunyit dan temulawak adalah tanaman rempah yang mengandung senyawa kurkumin dan gingerol yang mampu meningkatkan daya tahan dan kekebalan tubuh.

Meski demikian, kata Evi, masyarakat sebaiknya mampu membedakan antara produk obat dan tanaman rempah. Produk obat, menurut dia adalah tanaman yang sudah diolah menjadi ramuan dan obat di Kementerian Kesehatan. Sedangkan rempah adalah jenis tanaman yang bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh.

"Kalau di kita (Kementan) belum bisa sampai ke produksi obat karena kita tidak punya wewenang untuk uji klinis yang harus dilakukan dokter," katanya.

Sejauh ini, lanjut Evi, Balitro sudah menghasilkan beberapa varietas rempah unggul serta menyediakan benih dan budidaya untuk kebutuhan tanaman rempah dan obat. "Kita sudah menghasilkan varietas jahe merah, jahe emprit, kunyit, temulawak, kencur, pala, lada, cengkeh dan kayumanis," katanya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Strategi Penilaian Kinerja...
Strategi Penilaian Kinerja Kementerian Pertanian
Kementan Dorong Generasi...
Kementan Dorong Generasi Milenial Terjun di Bidang Pertanian
Pengembangan Food Estate...
Pengembangan Food Estate Demi Jadikan Provinsi Kalteng Lumbung Pangan
Petani Parigi Moutong...
Petani Parigi Moutong Dimotivasi untuk Budidaya Jagung di Lahan Perkebunan Kelapa
Kabupaten Poso Dukung...
Kabupaten Poso Dukung Percepatan Tanam Melalui Sekolah Lapang
Jadikan Sektor Pertanian...
Jadikan Sektor Pertanian Sebagai Penyelamat Krisis
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
1 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
2 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
3 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
4 jam yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved