Indef Sebut APBN Perubahan Adalah Keputusan Tepat

Kamis, 26 Maret 2020 - 21:38 WIB
Indef Sebut APBN Perubahan...
Indef Sebut APBN Perubahan Adalah Keputusan Tepat
A A A
JAKARTA - Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudistira menilai pengajuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) sangat tepat dilakukan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Menurut Bhima, melalui APBNP maka asumsi makro yang sebelumnya harus disesuaikan dengan kondisi saat ini hingga kuartal I 2020.

"APBNP perlu dilakukan, misalnya harga minyak yang berada dibawah USD30 per barel, kurs rupiah Rp16.000-Rp16.500 per dolar AS dan pertumbuhan ekonomi yang terkontraksi dibawah 4%," ujar Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Kamis (26/3/2020).

Sambung dia, tujuan adanya APBNP adalah menggeser alokasi anggaran ke penanganan dan pemulihan akibat wabah virus corona. Namun APBNP ini harus melalui kesepakatan dengan Dewan Perwakilan Rakyat.

"Ada dana perjalanan dinas, dana infrastruktur, gaji pegawai yang bisa sementara dialihkan ke kebutuhan yang mendesak," jelasnya.

Sebagai informasi, Pemerintah membuka opsi untuk melakukan perubahan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2020. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi dan mempercepat penanganan pandemi virus corona di Indonesia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, perubahan ini menyusul akan ada realokasi anggaran dari beberapa Kementerian dan Instansi sesuai Instruksi Presiden (Inpres) nomor 4 tahun 2020. Anggaran tersebut nantinya akan digunakan untuk percepatan dan penanganan virus corona.

"Dengan perubahan begitu banyak, dan dari sisi alokasi anggaran sesuai Inpres nomor 4 tahun 2020, di mana kita lakukan refocusing dan realokasi anggaran, APBN pasti alami perubahan," katanya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Belum Pulih, Indef Sebut...
Belum Pulih, Indef Sebut APBN Tahun 2021 Butuh Penyembuhan
Hasil Survei Continuum...
Hasil Survei Continuum INDEF, Mayoritas Publik Pesimistis Reshuffle Bawa Perubahan
Makan Bergizi Gratis,...
Makan Bergizi Gratis, Indef: Jika Dihitung Seperti Bangun IKN Hampir Rp500 triliun
Proyek Kereta Cepat...
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Boleh Pakai APBN, Indef Sebut Tidak Konsisten
Analisis Politik Indef:...
Analisis Politik Indef: Irjen Agus Suryo Layak Dinobatkan sebagai Tokoh Perubahan Lalu Lintas.
Utang Pemerintah Tahun...
Utang Pemerintah Tahun Depan Bisa Tembus Rp7.555 Triliun
Berita Terkini
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
6 menit yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
13 menit yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
17 menit yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
18 menit yang lalu
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
1 jam yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
2 jam yang lalu
Infografis
Warren Buffett Sebut...
Warren Buffett Sebut Dolar AS Sedang Menuju ke Neraka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved