Anggaran Kartu Pra Kerja Naik, Beban Pengusaha Lebih Ringan

Rabu, 01 April 2020 - 23:07 WIB
Anggaran Kartu Pra Kerja...
Anggaran Kartu Pra Kerja Naik, Beban Pengusaha Lebih Ringan
A A A
JAKARTA - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mengatakan, kehadiran Kartu Pra Kerja sedikit banyak bakal meringankan beban pengusaha. Terlebih soal anggaran untuk perlindungan sosial yaitu anggaran Kartu Prakerja dinaikkan dari Rp10 triliun menjadi Rp20 triliun untuk 5,6 juta orang yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), pekerja informal dan pelaku usaha mikro dan kecil.

Penerima manfaat program ini akan menerima insentif pasca pelatihan Rp600 ribu, dengan biaya pelatihan Rp1 juta.

"Kartu Pra Kerja ini paling tidak bisa meringankan beban pengusaha. Ini menjadi skema pemerintah. Akan diadakan pelatihan nanti didasari dengan kebutuhan industri, yang kami dorong adalah tidak sekadar training tapi juga sertifikasi karena industri sekarang ini tahunya bukan ijazah, tapi punya sertifikasi," ungkap Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI, Mardani H Maming.

Menurutnya, saat ini sertifikasi menjadi acuan pengusaha apakah seseorang bisa diterima kerja atau tidak. Di sisi lain, mahalnya biaya agar menjadi landasan mengapa kartu pra kerja juga perlu meng-cover sertifikasi kompetensi pekerja. Selain sertifikasi, ia berharap, kartu pra kerja ini juga dilengkapi dengan peran pemerintah sebagai job services.

"Jadi yang sudah punya sertifikat ini dipertemukan oleh pemerintah dengan perusahaan-perusahaan. Jadi semacam head hunter, sehingga industri tidak lagi mencari-cari," tutur Maming.

Untuk anggaran insentif para pelaku UMKM dan dunia usaha sebagai stimulus ekonomi berupa penundaan pembayaran pokok dan bunga untuk semua skema KUR yang terdampak Covid-19 selama enam bulan, Maming menambahkan, kebijakan stimulus perekonomian ini juga diperluas di sektor industri keuangan non bank, untuk melonggarkan ketentuan kewajiban pembayaran di perusahaan pembiayaan.

"Bukan hanya kredit perbankan, tetapi juga ke lembaga pembiayaan atau leasing company. Tujuannya agar sektor usaha masih tetap berjalan dari dampak penyebaran Covid-19 ini," imbuhnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Polemik Ruangguru di...
Polemik Ruangguru di Kartu Pra Kerja, Himpunan Pengusaha Kosgoro DKI Beri Dukungan
Kartu Prakerja, Antara...
Kartu Prakerja, Antara Menambah Skill Atau Mengincar Dana Tunai?
Hipmi: Pelatihan di...
Hipmi: Pelatihan di Kartu Prakerja Tidak Memberi Peluang Penempatan Kerja
HIPMI Dorong Penerima...
HIPMI Dorong Penerima Kartu Pra Kerja Jadi Pengusaha
Hipmi: Kartu Pra Kerja...
Hipmi: Kartu Pra Kerja Tepat Bagi Pelaku UMKM Anak Muda
Setahun Berjalan, Kartu...
Setahun Berjalan, Kartu Prakerja Bisa Meningkatkan Kualitas Tenaga Kerja
Berita Terkini
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
17 menit yang lalu
Dukung Pendidikan Wilayah...
Dukung Pendidikan Wilayah Pesisir, PHE Gelar Pemeriksaan Mata Gratis di Kepulauan Seribu
44 menit yang lalu
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
57 menit yang lalu
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
1 jam yang lalu
Perluas Akses Asuransi,...
Perluas Akses Asuransi, IFG Life Gandeng Bank Papua Lindungi Debitur KPR
1 jam yang lalu
IHSG Ditutup Anjlok...
IHSG Ditutup Anjlok 1,88% ke 6.196, Hampir Seluruh Sektor Merana
2 jam yang lalu
Infografis
Kartu Jakarta Mahasiswa...
Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul Tak Terdampak Efisiensi Anggaran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved