Wamendag dengar keluhan eksportir Jatim

Selasa, 31 Januari 2012 - 14:52 WIB
Wamendag dengar keluhan...
Wamendag dengar keluhan eksportir Jatim
A A A


Sindonews.com
- Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi menghadiri Forum Ekspor Tim Nasional Peningkatan Ekspor dan Peningkatan Investasi (PEPI) di Malang, Jawa Timur hari ini, Selasa (31/1/2012). Di samping memaparkan tantangan dan strategi peningkatan ekspor nasional, Wamendag juga mendengarkan berbagai aspirasi para peserta forum.

Beberapa peserta mengungkapkan berbagai permasalahan yang dihadapi para pengusaha dan eksportir Jawa Timur, antara lain penetapan Nomor Induk Kepabeanan (NIK) yang saat ini wajib dimiliki oleh eksportir, ditutupnya pelabuhan impor Pelabuhan Tanjung Perak, lambatnya pembangunan infrastruktur, rendahnya pembiayaan ekspor, serta hambatan dagang yang diterapkan negara tujuan ekspor.

Menanggapi hal tersebut, Bayu mengatakan setiap daerah memiliki tantangan dan peluangnya masing-masing, namun upaya peningkatan ekspor harus tetap dilakukan. ”Pemerintah tentunya akan terus berbenah agar semua peraturan dan kebijakan yang dikeluarkan dapat menciptakan situasi perekonomian yang lebih kondusif,” jelasnya.

Di samping itu, Bayu juga menekankan pentingnya kerja sama yang sinergis antara pemerintah pusat dan daerah, serta para pelaku usaha di seluruh Indonesia untuk mencapai target ekspor tahun ini.

Forum Timnas PEPI kali ini diselenggarakan di Jawa Timur karena wilayah ini merupakan andalan ekspor nasional. Untuk mencapai target ekspor nasional 2012, Jawa Timur diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan. Jawa Timur memberikan kontribusi terbesar terhadap ekspor nasional periode Januari-November 2011, yakni mencapai 10,95 persen.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi tersebut, nilai ekspor Jawa Timur pada periode tersebut menyentuh USD17,5 miliar atau naik 40,04 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2010.

Wilayah Jawa diarahkan sebagai ’pendorong industri dan jasa nasional’. Komoditi ekspor andalannya adalah produk makanan, perikanan dan perkebunan. Ekspor produk makanan di koridor Jawa sebesar 71 persen dari ekspor produk makanan nasional.

Sementara itu, produk perikanan dan perkebunan wilayah ini mengkontribusi masing-masing sekitar 60 persen dan 9,4 persen terhadap ekspor produk tersebut secara nasional.

Sebelumnya pada 2011, Forum Timnas PEPI telah diselenggarakan sebanyak tiga kali, yaitu di Batam, Mataram (NTB) dan Palembang. Selanjutnya, forum ini akan diselenggarakan di salah satu kota di Pulau Sulawesi. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
46 menit yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
51 menit yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
1 jam yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
2 jam yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
2 jam yang lalu
Infografis
Gubernur Jatim Resmikan...
Gubernur Jatim Resmikan Ruang Isolasi Khusus di RSUD dr Soetomo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved