BI jamin pinjaman RI ke IMF aman
Selasa, 10 Juli 2012 - 13:53 WIB
BI jamin pinjaman RI ke IMF aman
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution memastikan pinjaman yang akan diberikan Indonesia sebesar USD1 miliar pada Dana Moneter Internasioanl (IMF) aman dan tidak akan habis.
Pinjaman ke IMF tersebut, lanjut Darmin, nantinya akan masuk pada obligasi alias surat utang yang diterbitkan IMF. Adapun dana yang digunakan, tidak akan menggunakan dana APBN.
"Kita itu akan membeli surat berharganya IMF, sehingga kita pegang. BI ini yang melakukan, bukan pemerintah. Kita tetap memegang nilai itu dalam bentuk surat berharga, dan itu tetap berlaku sebagai cadangan devisa kita," ungkap Darmin di Kantor Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Selasa (10/7/2012).
"Jadi bukannya kita pinjamkan uang (ke IMF), lalu habis, dan uang kita enggak ada (hilang) USD1 miliar misalnya, enggak (hilang). Tidak ada seperti itu. Uang kita tetap dalam surat berharga, dan ini tetap diakui di dunia internasional sebagai cadangan devisa negara kita," tambahnya.
Manfaat kedua, terang Darmin, uang tersebut hanya akan digunakan sebagai second line bagi IMF. Darmin menjelaskan, dana tersebut akan dikeluarkan, jika jumlah MAB IMF telah kurang dari USD100 miliar.
"Sekarang itu masih USD436 miliar, Kalau sampai menyentuh USD100 miliar baru dipakai. Sehingga sebetulnya, kalau dari segi penggunaannya kecil sekali probabilitasnya kalau dipakai. Sementara itu, kita sudah men-set up suatu situasi, kita dalam posisi meminjamkan," tukas dia.
Pinjaman ke IMF tersebut, lanjut Darmin, nantinya akan masuk pada obligasi alias surat utang yang diterbitkan IMF. Adapun dana yang digunakan, tidak akan menggunakan dana APBN.
"Kita itu akan membeli surat berharganya IMF, sehingga kita pegang. BI ini yang melakukan, bukan pemerintah. Kita tetap memegang nilai itu dalam bentuk surat berharga, dan itu tetap berlaku sebagai cadangan devisa kita," ungkap Darmin di Kantor Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Selasa (10/7/2012).
"Jadi bukannya kita pinjamkan uang (ke IMF), lalu habis, dan uang kita enggak ada (hilang) USD1 miliar misalnya, enggak (hilang). Tidak ada seperti itu. Uang kita tetap dalam surat berharga, dan ini tetap diakui di dunia internasional sebagai cadangan devisa negara kita," tambahnya.
Manfaat kedua, terang Darmin, uang tersebut hanya akan digunakan sebagai second line bagi IMF. Darmin menjelaskan, dana tersebut akan dikeluarkan, jika jumlah MAB IMF telah kurang dari USD100 miliar.
"Sekarang itu masih USD436 miliar, Kalau sampai menyentuh USD100 miliar baru dipakai. Sehingga sebetulnya, kalau dari segi penggunaannya kecil sekali probabilitasnya kalau dipakai. Sementara itu, kita sudah men-set up suatu situasi, kita dalam posisi meminjamkan," tukas dia.
(gpr)
Lihat Juga :