Mogok, pedagang tahu-tempe rugi dua kali

Rabu, 25 Juli 2012 - 11:45 WIB
Mogok, pedagang tahu-tempe...
Mogok, pedagang tahu-tempe rugi dua kali
A A A
Sindonews.com - Para pengrajin, produsen, dan pedagang tahu-tempe se-Jabodetabek mulai hari ini selama tiga hari kedepan akan kompak mogok berproduksi. Salah satunya yakni di Depok, Jawa Barat, dimana tak ditemukan tahu dan tempe di pasar tradisional mulai hari ini.

Mereka memprotes pemerintah yang membiarkan harga kedelai terus melonjak naik dari harga Rp6 ribu menjadi Rp8 ribu per kilogram.

Wakil Wali Kota Depok Idris Abdul Somad mendorong pemerintah pusat mampu mengendalikan harga kedelai secara nasional.

Namun, kata dia, dengan tak jualan justru para pedagang tahu-tempe rugi dua kali. Sebab, mereka tak akan memperoleh penghasilan.

“Jangan sampai kita rugi dua kali, pertama sudah naik harganya, disisi lain itu kan kerugian, kerugian lain mogok lagi, ya sudah enggak berpenghasilan,” katanya kepada wartawan, Rabu (25/07/12).

Ia meminta para pedagang tahu-tempe di Depok tetap bertahan menjalankan usahanya sementara dengan menyiasatinya, misalnya mengurangi jumlah penjualan.

“Kan kalau kita enggak mogok kita tetap jalankan sementara toh nanti fluktuasi harga kedelai itu, misalnya waktu cabai melonjak mereka hadapi kenyataan, pedagang kurangi pembelian yang dijual, saat sudah stabil mereka akan lakukan secara normal. Jangan sampai rugi dua kali,” tegasnya.

Selain itu, kata Idris, tahu-tempe hanya merupakan makanan alternatif. Sehingga masih banyak pangan lainnya meski masyarakat tak makan tahu-tempe.

“Kan artinya dari sisi konsumen ada alternatif lain, kita enggak mati enggak makan cabai, kita enggak mati enggak makan tahu. Tapi kan ada alternatif yang lain, kondisi kalori kan sama aja, beras kalorinya lebih tinggi, tahu-tempe kan hanya alternatif, ini justru berikan peluang kepada petani jagung dan umbi–umbian memancing mereka, artinya kita harus siap–siap,” tandasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Kedelai Meroket,...
Harga Kedelai Meroket, Disperindag dan Polda Banten Sidak Gudang
Mencari Solusi Meredam...
Mencari Solusi Meredam Gejolak Harga Kedelai
Abai dengan Impor Kedelai,...
Abai dengan Impor Kedelai, Sampai Kapan?
Masih Ada Peluang Indonesia...
Masih Ada Peluang Indonesia Tak Bergantung pada Kedelai Impor
Ironi Tanaman Kedelai...
Ironi Tanaman Kedelai di Indonesia: Tanahnya Terbaik, tapi Impor Terus
Solutif! Harga Kedelai...
Solutif! Harga Kedelai Melonjak, Partai Perindo: Perbaiki Tata Kelola Impor & Tingkatkan Produksi Lokal
Berita Terkini
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
29 menit yang lalu
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
52 menit yang lalu
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
1 jam yang lalu
Bawa Semangat Slow Fashion,...
Bawa Semangat Slow Fashion, 7 UMKM Jogja Siap Menembus Pasar Lebih Luas di INACRAFT 2026
1 jam yang lalu
Bahlil Ramal 10 Tahun...
Bahlil Ramal 10 Tahun Lagi Kendaraan Listrik Bakal Digantikan Hidrogen
1 jam yang lalu
Infografis
Selama Gencatan Senjata...
Selama Gencatan Senjata Paskah, Rusia Diserang Ukraina 1.300 Kali
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved