Ekspor melemah, pertumbuhan ekonomi Korsel melambat

Kamis, 26 Juli 2012 - 12:42 WIB
Ekspor melemah, pertumbuhan...
Ekspor melemah, pertumbuhan ekonomi Korsel melambat
A A A
Sindonews.com - Pertumbuhan ekonomi Korea Selatan (Korsel) melambat pada kuartal kedua, sektor investasi dan ekspor merosot terimbas krisis utang zona euro.

Dilansir dari BBC.co.uk, Kamis (26/7/2012), Produk Domestik Bruto (PDB) Korea meningkat sebesar 0,4 persen pada periode April sampai Juni. Padahal dalam tiga bulan sebelumnya tumbuh 0,9 persen. Ekonomi tumbuh 2,4 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Bank sentral Korea secara tidak terduga menurunkan suku bunga utamanya hingga 3 persen dari 3,25 persen dalam pengurangan pertama selama tiga tahun.

Para analis mengatakan, bank sentral dapat menurunkan biaya pinjaman lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang. "Jika tingkat pertumbuhan ini rendah, hal itu menunjukkan kondisi yang cukup serius. Mengingat angka, saya kira bank sentral pasti akan menurunkan suku pada bulan September atau Oktober," kata Sang-Hoon Yum dari SK Securities.

Korea Selatan, yang merupakan ekonomi terbesar keempat Asia, sangat bergantung pada ekspor untuk pertumbuhan ekonominya, dengan akuntansi sektor hampir separuh dari output.

Namun, sektor ini telah terpukul keras oleh krisis utang yang sedang berlangsung di zona euro dan pemulihan yang rapuh di Amerika Serikat (AS), yang merupakan dua pasar terbesar. Menurut Bank Sentral Korea, ekspor pada kuartal kedua turun 0,6 persen.

Analis mengatakan bahwa mengingat situasi ekonomi global, perekonomian Korea mungkin memerlukan waktu lama untuk pulih.

"Ini bukan hanya masalah Korea. Jadi sulit untuk mengatakan kapan tepatnya perekonomian Korea akan kembali bangkit," kata Yum.

Pada saat yang sama, para pembuat kebijakan telah menemukan kesulitan untuk meningkatkan konsumsi domestik untuk mengimbangi penurunan penjualan asing. Data terbaru menunjukkan, konsumsi domestik naik hanya 0,3 persen dalam periode tertentu.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dipicu Lonjakan Ekspor,...
Dipicu Lonjakan Ekspor, Korsel Pulih dari Resesi Ekonomi
Resesi Korsel Justru...
Resesi Korsel Justru Untungkan Indonesia, Kok Bisa?
Mendunia, tapi Drakor...
Mendunia, tapi Drakor dan Kpop Tak Mampu Selamatkan Ekonomi Korsel
Kim Jong-un Puji Ekonomi...
Kim Jong-un Puji Ekonomi Korut Meski Kondisi Keuangan Tak Pasti
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Promo Wisata Korea
Promo Wisata Korea
Berita Terkini
Harga Serat Naik, Pemilik...
Harga Serat Naik, Pemilik Brand Lokal Mulai Menghitung Ulang Pilihan Kainnya
31 menit yang lalu
Hadapi Ancaman El Nino...
Hadapi Ancaman El Nino 2026, Pekebun Sawit Wajo Dilatih Strategi Adaptasi Cuaca Ekstrem
1 jam yang lalu
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tembus Rp8.030 Triliun di Akhir Mei 2026
1 jam yang lalu
Purbaya soal Dugaan...
Purbaya soal Dugaan Markup Pikap Kopdes Merah Putih: Lolos Audit Baru Saya Bayar
2 jam yang lalu
Bittime Kantongi Izin...
Bittime Kantongi Izin Perdagangan Futures Pertama di Era Pengawasan Kripto OJK
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp20.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya Hari Ini
2 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved