Pemprov sebaiknya diizinkan impor gula sendiri

Rabu, 01 Agustus 2012 - 16:44 WIB
Pemprov sebaiknya diizinkan...
Pemprov sebaiknya diizinkan impor gula sendiri
A A A
Sindonews.com - Kamar Dagang Dan Industri (Kadin) mendesak pemerintah agar bisa memberikan kesempatan pemerintah di tingkat provinsi dan kabupaten yang sulit dijangkau dalam distribusi gula dari Jawa produksi PTPN atau swasta, untuk melakukan impor gula sendiri guna memenuhi kebutuhan daerahnya.

“Kebijakan Menteri Perdagangan sudah tepat untuk memenuhi daerah yang sulit mendapat distribusi gula dari Jawa, daripada menyelundup gula untuk memenuhi kebutuhan gula di daerah tersebut dan tidak bayar pajak, lebih baik dilegalkan agar bayar pajak,” ujar Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Natsir Mansyur dalam pesan elektroniknya, Rabu (1/8/2012).

Daerah-daerah yang masih tergolong sulit dijangkau distribusi sendiri adalah seperti Kalimantan Barat, Sumatera Utara, Aceh, dan Riau.

Perlu dipahami bahwa produksi gula hanya 2,1 juta ton per tahun, angka tersebut masih jauh dari target produksi yang diharapkan bisa mencapai 3 juta ton per tahun, dengan perhitungan komsumsi gula kristal putih (GKP) 12 kg per kapita per tahun.

"Jadi kalau produksi gula kristal putih (GKP) hanya 2,1 ton per tahun, dibagi 200 juta penduduk Indonesia yang mengonsumsi gula komsumsi maka konsumen yang dapat distribusi gula hanya 60 persen dari 200 juta konsumen gula komsumsi," terangnya.

Dirinya juga menyimpulkan, dengan produksi yang hanya sebesar 2,1 juta ton per tahun, maka hanya dapat memenuhi konsumen gula di pulau Jawa.

“Berarti gula konsumsi produksi PTPN dan swasta hanya mampu memenuhi konsumen gula konsumsi di Jawa. pertanyaannya, bagaimana konsumen gula konsumsi di luar Jawa yang sebesar 40 persen? Siapa bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan gula di daerah yang tidak mendapat distribusi gula dari Jawa?” pungkas Natsir.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hati-hati, Tuntut Impor...
Hati-hati, Tuntut Impor Raw Sugar Berdalih Kepentingan Petani dan UKM
Dugaan Beking di Balik...
Dugaan Beking di Balik Penimbuhan Ribuan Ton Gula Harus Diusut
India Resmi Larang Ekspor...
India Resmi Larang Ekspor Gula hingga September 2026, Awas Kenaikan Harga
Pengalihan Impor Gula...
Pengalihan Impor Gula Industri ke BUMN Dinilai Bukan Solusi, Awas Makin Mahal!
Biang Masalah Ekosistem...
Biang Masalah Ekosistem Gula Nasional, DPR Minta Pemerintah Stop Impor Rafinasi
Produksi Masih Kurang,...
Produksi Masih Kurang, Belum Saatnya Naikkan Kualitas Gula
Berita Terkini
IHSG Babak Belur di...
IHSG Babak Belur di Paruh Pertama 2026, Modal Asing Sepanjang Juni Kabur Rp19,63 Triliun
9 menit yang lalu
Tren Liburan Jarak Dekat...
Tren Liburan Jarak Dekat Meningkat, Traveloka Hadirkan Diskon Perjalanan
32 menit yang lalu
Evaluasi Sukses, Perpindahan...
Evaluasi Sukses, Perpindahan Layanan Umrah ke Terminal 2F Dipercepat Jadi 10 Juli!
47 menit yang lalu
Dorong Budaya Taat Pajak,...
Dorong Budaya Taat Pajak, Bapenda DKI Jakarta Beri Apresiasi Wajib Pajak PKB Teladan
58 menit yang lalu
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
1 jam yang lalu
Pengusaha Buka Suara...
Pengusaha Buka Suara soal Pabrik Otomotif Jepang Kabur dari RI ke Vietnam
2 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved