Danareksa terbitkan obligasi Rp500 M
Kamis, 02 Agustus 2012 - 09:07 WIB
Danareksa terbitkan obligasi Rp500 M
A
A
A
Sindonews.com – PT Danareksa (Persero) berencana menerbitkan surat utang (obligasi) dengan nilai emisi mencapai Rp500 miliar pada akhir kuartal III tahun ini.
Direktur Utama Danareksa Edgar Ekaputra mengatakan, alasan perseroan menerbitkan obligasi tersebut untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang. Pasalnya, untuk kebutuhan jangka pendek, perseroan memiliki likuiditas mencapai Rp2 triliun. “Kita tidak memiliki tekanan kebutuhan likuiditas yang mendesak.Obligasi ini untuk memenuhi kebutuhan jangka menengah dan panjang,” kata dia belum lama ini.
Dia menjelaskan,dana hasil penerbitan obligasi tersebut akan digunakan perseroan untuk membayar obligasi yang telah diterbitkan perusahaan sebelumnya. Adapun, obligasi tersebut akan jatuh tempo pada akhir 2012 dengan nilai emisi sama dengan nilai obligasi yang akan diterbitkan perseroan. Pada Januari 2011 perseroan telah menerbitkan Obligasi V Danareksa sebesar Rp500 miliar.
Obligasi ini terdiri atas dua seri dan memiliki tenor tiga dan lima tahun, dengan bunga masing-masing 9,4 persen dan 10,2 persen. Sementara, lanjut Edgar, tenor dari obligasi yang akan segera terbit itu antara 3-5 tahun. Untuk melancarkan aksi korporasi ini, emiten berkode DNRK ini telah menunjuk perusahaan sekuritas miliknya, yakni PT Danareksa Sekuritas selaku penjamin pelaksana emisi (underwriter) obligasi.
Adapun,Danareksa Sekuritas pada semester II tahun ini akan menangani jasa penjamin emisi penawaran umum saham perdana (initial public offering/ IPO) dan obligasi senilai Rp4–6 triliun, terdiri atas emisi IPO sekitar Rp3-4 triliun dan obligasi antara Rp1–2 triliun.
Direktur Utama Danareksa Sekuritas Marciano Herman mengatakan, untuk IPO ada sekitar 2–3 perusahaan di sektor konsumer dan energi. Sedangkan, untuk obligasi akan menangani sekitar 2–3 perusahaan, yang bergerak di sektor jasa keuangan dan perbankan.
Terbitkan RDPT
Anak usaha Danareksa Persero lainnya, PT Danareksa Capital sedang mengkaji untuk menerbitkan reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) perdana.“Kami sedang mengkaji menerbitkan RDPT,” ujar Direktur Utama Danareksa Capital Mohammad Afdal Pamilih.Karena itu, ketika disinggung mengenai nilai RDPT yang akan diterbitkan tersebut,dia mengaku,belum ada kepastian angkanya.
Rencananya, RDPT dengan aset dasar di tiga sektor unggulan perusahaan, yakni consumer, sumber daya alam, dan infrastruktur diterbitkan paling cepat pada akhir tahun ini. Sementara, Danareksa Investment Management (DIM) telah lebih dulu menerbitkan RDPT berbasis proyek infrastruktur pada kuartal II/2012. RDPT ini untuk mendukung pembiayaan infrastruktur di dalam negeri sekaligus bentuk sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam menyukseskan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
RDPT bernama RDPT BUMN Fund 2012 ini berinvestasi pada efek utang yang diterbitkan PT Danareksa Finance. Danareksa Finance merupakan anak usaha PT Danareksa Persero yang bergerak di bidang lembaga pembiayaan dengan melakukan kegiatan usaha dalam bentuk sewa guna usaha anjak piutang kartu kredit dan pembiayaan konsumen.
“Jadi, Danareksa Finance membeli piutang-piutang BUMN infrastruktur. Kita mengeluarkannya dalam bentuk MTN (surat utang jangka menengah) dengan return 8 persen,” ungkap Direktur DIM Prihatmo Hari Mulyanto. Disinggung mengenai target total dana kelolaan perseroan hingga penghujung tahun, Hari mematok angka sekitar Rp14 triliun. Angka tersebut tumbuh sekitar 13,82 persen dibanding akhir tahun lalu senilai Rp12,3 triliun.
Target tersebut akan ditopang dari reksa dana maupun produk investasi lain yang diterbitkan perusahaan dan dari jasa penasihat investasi.Pada semester I/2012, DIM telah menerbitkan sekitar 4-5 reksa dana terproteksi, sedangkan pada semester II akan menerbitkan dua reksa dana baru jenis saham dan pendapatan tetap. Kedua reksa dana ini akan diterbitkan pada September 2012, dengan target dana kelolaan hingga penghujung tahun masing-masing Rp200 miliar.
Direktur Utama Danareksa Edgar Ekaputra mengatakan, alasan perseroan menerbitkan obligasi tersebut untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang. Pasalnya, untuk kebutuhan jangka pendek, perseroan memiliki likuiditas mencapai Rp2 triliun. “Kita tidak memiliki tekanan kebutuhan likuiditas yang mendesak.Obligasi ini untuk memenuhi kebutuhan jangka menengah dan panjang,” kata dia belum lama ini.
Dia menjelaskan,dana hasil penerbitan obligasi tersebut akan digunakan perseroan untuk membayar obligasi yang telah diterbitkan perusahaan sebelumnya. Adapun, obligasi tersebut akan jatuh tempo pada akhir 2012 dengan nilai emisi sama dengan nilai obligasi yang akan diterbitkan perseroan. Pada Januari 2011 perseroan telah menerbitkan Obligasi V Danareksa sebesar Rp500 miliar.
Obligasi ini terdiri atas dua seri dan memiliki tenor tiga dan lima tahun, dengan bunga masing-masing 9,4 persen dan 10,2 persen. Sementara, lanjut Edgar, tenor dari obligasi yang akan segera terbit itu antara 3-5 tahun. Untuk melancarkan aksi korporasi ini, emiten berkode DNRK ini telah menunjuk perusahaan sekuritas miliknya, yakni PT Danareksa Sekuritas selaku penjamin pelaksana emisi (underwriter) obligasi.
Adapun,Danareksa Sekuritas pada semester II tahun ini akan menangani jasa penjamin emisi penawaran umum saham perdana (initial public offering/ IPO) dan obligasi senilai Rp4–6 triliun, terdiri atas emisi IPO sekitar Rp3-4 triliun dan obligasi antara Rp1–2 triliun.
Direktur Utama Danareksa Sekuritas Marciano Herman mengatakan, untuk IPO ada sekitar 2–3 perusahaan di sektor konsumer dan energi. Sedangkan, untuk obligasi akan menangani sekitar 2–3 perusahaan, yang bergerak di sektor jasa keuangan dan perbankan.
Terbitkan RDPT
Anak usaha Danareksa Persero lainnya, PT Danareksa Capital sedang mengkaji untuk menerbitkan reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) perdana.“Kami sedang mengkaji menerbitkan RDPT,” ujar Direktur Utama Danareksa Capital Mohammad Afdal Pamilih.Karena itu, ketika disinggung mengenai nilai RDPT yang akan diterbitkan tersebut,dia mengaku,belum ada kepastian angkanya.
Rencananya, RDPT dengan aset dasar di tiga sektor unggulan perusahaan, yakni consumer, sumber daya alam, dan infrastruktur diterbitkan paling cepat pada akhir tahun ini. Sementara, Danareksa Investment Management (DIM) telah lebih dulu menerbitkan RDPT berbasis proyek infrastruktur pada kuartal II/2012. RDPT ini untuk mendukung pembiayaan infrastruktur di dalam negeri sekaligus bentuk sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam menyukseskan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
RDPT bernama RDPT BUMN Fund 2012 ini berinvestasi pada efek utang yang diterbitkan PT Danareksa Finance. Danareksa Finance merupakan anak usaha PT Danareksa Persero yang bergerak di bidang lembaga pembiayaan dengan melakukan kegiatan usaha dalam bentuk sewa guna usaha anjak piutang kartu kredit dan pembiayaan konsumen.
“Jadi, Danareksa Finance membeli piutang-piutang BUMN infrastruktur. Kita mengeluarkannya dalam bentuk MTN (surat utang jangka menengah) dengan return 8 persen,” ungkap Direktur DIM Prihatmo Hari Mulyanto. Disinggung mengenai target total dana kelolaan perseroan hingga penghujung tahun, Hari mematok angka sekitar Rp14 triliun. Angka tersebut tumbuh sekitar 13,82 persen dibanding akhir tahun lalu senilai Rp12,3 triliun.
Target tersebut akan ditopang dari reksa dana maupun produk investasi lain yang diterbitkan perusahaan dan dari jasa penasihat investasi.Pada semester I/2012, DIM telah menerbitkan sekitar 4-5 reksa dana terproteksi, sedangkan pada semester II akan menerbitkan dua reksa dana baru jenis saham dan pendapatan tetap. Kedua reksa dana ini akan diterbitkan pada September 2012, dengan target dana kelolaan hingga penghujung tahun masing-masing Rp200 miliar.
(and)
Lihat Juga :