Spanyol-Italia tolak dana penyelamatan
Sabtu, 04 Agustus 2012 - 13:17 WIB
Spanyol-Italia tolak dana penyelamatan
A
A
A
Sindonews.com - Spanyol dan Italia menolak dana penyelamatan krisis seraya berjanji untuk bekerja sama lebih erat guna memecahkan krisis utang krisis zona euro.
Pernyataan kedua negara itu disampaikan merespons keputusan Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) yang mengumumkan kemungkinan akan melanjutkan kembali pembelian surat utang untuk meredam tingginya biaya pinjaman di Eropa.
”Itu pernyataan positif,” ujar Perdana Menteri (PM) Spanyol Mariano Rajoy dalam pernyataan bersama yang dibuat seusai pertemuan dengan PM Italia Mario Monti di Madrid, Kamis (2/8) malam.
Kendati dianggap positif, keputusan ECB yang pada pertemuan Kamis tetap mempertahankan suku bunganya pada rekor rendah 0,75 persen justru membuat para pelaku pasar kecewa. ECB dianggap tidak memberikan secara detil langkah apa yang akan dilakukan ke depan dalam mengatasi krisis utang di zona euro.
Gubernur ECB Mario Draghi mengatakan, selain mempertahankan suku bunga di level terendah, otoritas moneter Eropa juga tidak mempertimbangkan pemotongan suku bunga lebih lanjut di tengah munculnya tanda-tanda resesi ekonomi negara Eropa.
Keputusan ECB pada rapat rutin bulanan tersebut di bawah ekspektasi para analis pada jajak pendapat Reuters di mana hampir 50 ekonom memprediksi ECB akan menurunkan suku bunga lebih lanjut menjadi 0,50 persen.
Pada Kamis (26/7) pekan lalu, Draghi berjanji melakukan apa saja untuk memperbaiki krisis utang zona euro. Analis Knight Capital Ioan Smith mengutarakan, setelah pernyataan Draghi, saham dan euro jatuh, sementara imbal hasil obligasi 10 tahun Spanyol dan Italia melonjak. ”Hal itu sangat mengecewakan,” imbuh dia.
Draghi mengungkapkan, saat ini tiga komite ECB akan bekerja pada metode rinci dan akan memutuskan apakah akan mengambil tahap berikutnya dari pembelian obligasi.
”Jika kami melakukan pembelian obligasi, hal itu akan meredakan kekhawatiran investor bersamaan dengan akan menegaskannya pemegang obligasi swasta yang menolak untuk bergabung dengan pencadangan utang Yunani tahun ini,” ungkap Draghi.
Pernyataan kedua negara itu disampaikan merespons keputusan Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) yang mengumumkan kemungkinan akan melanjutkan kembali pembelian surat utang untuk meredam tingginya biaya pinjaman di Eropa.
”Itu pernyataan positif,” ujar Perdana Menteri (PM) Spanyol Mariano Rajoy dalam pernyataan bersama yang dibuat seusai pertemuan dengan PM Italia Mario Monti di Madrid, Kamis (2/8) malam.
Kendati dianggap positif, keputusan ECB yang pada pertemuan Kamis tetap mempertahankan suku bunganya pada rekor rendah 0,75 persen justru membuat para pelaku pasar kecewa. ECB dianggap tidak memberikan secara detil langkah apa yang akan dilakukan ke depan dalam mengatasi krisis utang di zona euro.
Gubernur ECB Mario Draghi mengatakan, selain mempertahankan suku bunga di level terendah, otoritas moneter Eropa juga tidak mempertimbangkan pemotongan suku bunga lebih lanjut di tengah munculnya tanda-tanda resesi ekonomi negara Eropa.
Keputusan ECB pada rapat rutin bulanan tersebut di bawah ekspektasi para analis pada jajak pendapat Reuters di mana hampir 50 ekonom memprediksi ECB akan menurunkan suku bunga lebih lanjut menjadi 0,50 persen.
Pada Kamis (26/7) pekan lalu, Draghi berjanji melakukan apa saja untuk memperbaiki krisis utang zona euro. Analis Knight Capital Ioan Smith mengutarakan, setelah pernyataan Draghi, saham dan euro jatuh, sementara imbal hasil obligasi 10 tahun Spanyol dan Italia melonjak. ”Hal itu sangat mengecewakan,” imbuh dia.
Draghi mengungkapkan, saat ini tiga komite ECB akan bekerja pada metode rinci dan akan memutuskan apakah akan mengambil tahap berikutnya dari pembelian obligasi.
”Jika kami melakukan pembelian obligasi, hal itu akan meredakan kekhawatiran investor bersamaan dengan akan menegaskannya pemegang obligasi swasta yang menolak untuk bergabung dengan pencadangan utang Yunani tahun ini,” ungkap Draghi.
(gpr)
Lihat Juga :