GE garap pembangkit listrik Kaltim
Selasa, 07 Agustus 2012 - 11:53 WIB
GE garap pembangkit listrik Kaltim
A
A
A
Sindonews.com - General Electric (GE) memastikan penggunaan teknologi turbin gas F-class untuk perluasan Pembangkit Listrik Kaltim Baru di Tanjung Batu. Nantinya, sumber energi tersebut akan penuhi kebutuhan listrik tambahan di Kalimantan Timur dan daerah wilayah timur lainnya.
“Pengembangan pembangkit ini, didukung oleh teknologi turbin gas F-class GE yang sudah terbukti, yang akan memungkinkan Perusahaan Listrik Negara (perusahaan BUMN) untuk meningkatkan pasokan listrik di wilayah Kalimantan Timur, sekaligus mengurangi biaya operasi jangka panjang dengan mengubah bahan bakar minyak menjadi bahan bakar gas dan menggabungkannya ke siklus tertutup,” kata Direktur Operasional WIKA Slamet Maryono, dalam siaran pers, Selasa (7/8/2012).
Tahapannya, GE akan memasok dua turbin gas frame 6FA untuk WIKA, EPC terintegrasi dan sebuah perusahaan investasi yang berbasis di Jakarta. Pabrik ini akan membantu menjaga stabilitas jaringan dengan memenuhi kebutuhan listrik selama periode puncak. Awalnya, kedua unit teknologi GE akan beroperasi pada mesin diesel berkecepatan tinggi (HSD), setelah mengamankan kontrak gas, mereka akan beralih ke gas alam dengan menggunakan HSD sebagai bahan bakar cadangan.
“Sementara wilayah tersebut belum mendapat pasokan gas alam, fleksibilitas dari teknologi 6FA memungkinkan pembangkit untuk dioperasikan dengan bahan bakar non-tradisional,” tambahnya.
Selain memasok dua turbin gas frame 6FA, GE juga akan menyediakan layanan teknis instalasi dari pengujian unit, pelatihan dan kinerja. GE berencana untuk mengirimkan turbin gas pada bulan November 2012 dan memulai pelayanan komersial pada akhir Juni 2013, masing-masing unit dapat memproduksi sekitar 70 megawatt pada siklus terbuka.
Turbin gas Frame 6FA GE merupakan salah satu jenis teknologi F-class. Lebih dari 1.400 jenis teknologi F turbin gas, termasuk 140 Frame 6FA turbin gas, telah terjual secara global dan beroperasi pada tingkat efisiensi yang tinggi dalam siklus tertutup atau siklus regenerasi. Dua unit untuk Kaltim Baru akan memiliki efisiensi termal sekitar 32,5 persen dalam siklus terbuka dengan kecepatan tinggi solar, lalu di bawah 54 persen tingkat efesiensi yang dikonversikan dalam siklus tertutup dengan gas alam.
Pimpinan GE Layanan Pembangkit Listrik Asia Pasifik, Ramesh Singaram menuturkan perluasan pabrik Kaltim Baru mendukung upaya PLN untuk meningkatkan rasio elektrifikasi serta efisiensi keseluruhan pembangkit listrik,
"Proyek ini merupakan berita baik bagi masyarakat maupun industri lokal, karena penggunaan teknologi turbin gas 6FA akan membantu menyediakan pasokan listrik yang lebih handal serta mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah dan negara," pungkasnya.
“Pengembangan pembangkit ini, didukung oleh teknologi turbin gas F-class GE yang sudah terbukti, yang akan memungkinkan Perusahaan Listrik Negara (perusahaan BUMN) untuk meningkatkan pasokan listrik di wilayah Kalimantan Timur, sekaligus mengurangi biaya operasi jangka panjang dengan mengubah bahan bakar minyak menjadi bahan bakar gas dan menggabungkannya ke siklus tertutup,” kata Direktur Operasional WIKA Slamet Maryono, dalam siaran pers, Selasa (7/8/2012).
Tahapannya, GE akan memasok dua turbin gas frame 6FA untuk WIKA, EPC terintegrasi dan sebuah perusahaan investasi yang berbasis di Jakarta. Pabrik ini akan membantu menjaga stabilitas jaringan dengan memenuhi kebutuhan listrik selama periode puncak. Awalnya, kedua unit teknologi GE akan beroperasi pada mesin diesel berkecepatan tinggi (HSD), setelah mengamankan kontrak gas, mereka akan beralih ke gas alam dengan menggunakan HSD sebagai bahan bakar cadangan.
“Sementara wilayah tersebut belum mendapat pasokan gas alam, fleksibilitas dari teknologi 6FA memungkinkan pembangkit untuk dioperasikan dengan bahan bakar non-tradisional,” tambahnya.
Selain memasok dua turbin gas frame 6FA, GE juga akan menyediakan layanan teknis instalasi dari pengujian unit, pelatihan dan kinerja. GE berencana untuk mengirimkan turbin gas pada bulan November 2012 dan memulai pelayanan komersial pada akhir Juni 2013, masing-masing unit dapat memproduksi sekitar 70 megawatt pada siklus terbuka.
Turbin gas Frame 6FA GE merupakan salah satu jenis teknologi F-class. Lebih dari 1.400 jenis teknologi F turbin gas, termasuk 140 Frame 6FA turbin gas, telah terjual secara global dan beroperasi pada tingkat efisiensi yang tinggi dalam siklus tertutup atau siklus regenerasi. Dua unit untuk Kaltim Baru akan memiliki efisiensi termal sekitar 32,5 persen dalam siklus terbuka dengan kecepatan tinggi solar, lalu di bawah 54 persen tingkat efesiensi yang dikonversikan dalam siklus tertutup dengan gas alam.
Pimpinan GE Layanan Pembangkit Listrik Asia Pasifik, Ramesh Singaram menuturkan perluasan pabrik Kaltim Baru mendukung upaya PLN untuk meningkatkan rasio elektrifikasi serta efisiensi keseluruhan pembangkit listrik,
"Proyek ini merupakan berita baik bagi masyarakat maupun industri lokal, karena penggunaan teknologi turbin gas 6FA akan membantu menyediakan pasokan listrik yang lebih handal serta mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah dan negara," pungkasnya.
(and)
Lihat Juga :