Dahlan: Hilangnya satelit Telkom tak ganggu layanan
Rabu, 08 Agustus 2012 - 11:37 WIB
Dahlan: Hilangnya satelit Telkom tak ganggu layanan
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan mengaku tidak ada permasalahan yang terlalu serius terhadap hilangnya satelit PT Telkom. Menurutnya, perusahaan sekelas Telkom sudah mempertimbangkan setiap proyek yang akan dikerjakan.
Dahlan mengatakan dirinya tidak ingin masuk terlalu jauh dalam persoalan ini. "Saya tidak ingin masuk lebih jauh, karena koorporasi sebesar Telkom sudah memperhitungkan segala sesuatunya," kata Dahlan kepada wartawan sebelum membuka acara Temu Akbar Engineering BUMN 2012, di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (8/8/2012).
Dirinya mengaku, pihak Telkom sudah mengkonfirmasi setelah terjadinya tragedi tersebut. Dari laporan yang dia terima, Telkom memastikan tidak akan ada gangguan layanan kepada konsumen ataupun kinerja secara keseluruhan.
Saat ini, Telkom masih memiliki satelit-satelit lain. Sehingga tidak ada masalah bila salah satu satelit milik Telkom yang baru diluncurkan hilang.
Dahlan pun menganggap bahwa Telkom tidak perlu mengkhawatirkan satelitnya yang hilang. Hal itu disebabkan satelit tersebut pasti sudah diasuransikan.
Lebih lanjut, Dahlan memastikan akan memanggil direksi Telkom untuk meminta beberapa keterangan. "Mereka juga sudah melaporkan tidak ada pengaruhnya pada layanan, kinerja, itu nggak ada pengaruhnya," jelasnya.
Diketahui, Satelit Telkom-3 milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) yang diluncurkan dari Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan, pada Senin (6/8) waktu Rusia, dinyatakan hilang beberapa jam sebelum mencapai orbit akibat gagal dalam tahapan Briz-M.
Ssatelit telkom-3 diluncurkan bersama dengan satelit Ekspress-MD2 dengan menggunakan roket pendorong Proton-M.
Disebutkan, tahapan Briz-M adalah pelepasan tangki bahan bakar diikuti relokasi instrument pengarahan dari komando pusat dalam rangka menghindari goncangan ketika tangki pembakar tambahan propellant dilepas.
Badan antariksa Rusia Roscosmos dalam rilisnya menyebutkan, belum memastikan kedua satelit tidak masuk orbit walau ada masalah dengan salah satu Briz-M.
Dahlan mengatakan dirinya tidak ingin masuk terlalu jauh dalam persoalan ini. "Saya tidak ingin masuk lebih jauh, karena koorporasi sebesar Telkom sudah memperhitungkan segala sesuatunya," kata Dahlan kepada wartawan sebelum membuka acara Temu Akbar Engineering BUMN 2012, di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (8/8/2012).
Dirinya mengaku, pihak Telkom sudah mengkonfirmasi setelah terjadinya tragedi tersebut. Dari laporan yang dia terima, Telkom memastikan tidak akan ada gangguan layanan kepada konsumen ataupun kinerja secara keseluruhan.
Saat ini, Telkom masih memiliki satelit-satelit lain. Sehingga tidak ada masalah bila salah satu satelit milik Telkom yang baru diluncurkan hilang.
Dahlan pun menganggap bahwa Telkom tidak perlu mengkhawatirkan satelitnya yang hilang. Hal itu disebabkan satelit tersebut pasti sudah diasuransikan.
Lebih lanjut, Dahlan memastikan akan memanggil direksi Telkom untuk meminta beberapa keterangan. "Mereka juga sudah melaporkan tidak ada pengaruhnya pada layanan, kinerja, itu nggak ada pengaruhnya," jelasnya.
Diketahui, Satelit Telkom-3 milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) yang diluncurkan dari Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan, pada Senin (6/8) waktu Rusia, dinyatakan hilang beberapa jam sebelum mencapai orbit akibat gagal dalam tahapan Briz-M.
Ssatelit telkom-3 diluncurkan bersama dengan satelit Ekspress-MD2 dengan menggunakan roket pendorong Proton-M.
Disebutkan, tahapan Briz-M adalah pelepasan tangki bahan bakar diikuti relokasi instrument pengarahan dari komando pusat dalam rangka menghindari goncangan ketika tangki pembakar tambahan propellant dilepas.
Badan antariksa Rusia Roscosmos dalam rilisnya menyebutkan, belum memastikan kedua satelit tidak masuk orbit walau ada masalah dengan salah satu Briz-M.
(gpr)
Lihat Juga :