Perkembangan perbankan syariah semakin menurun
Senin, 13 Agustus 2012 - 14:47 WIB
Perkembangan perbankan syariah semakin menurun
A
A
A
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) menilai ada penurunan yang terjadi pada perkembangan perbankan syariah. Tercatat aset dari Januari hingga Juni 2012 hanya mampu mencapai 7,04 persen. Sedangkan pada tahun lalu (2011) pertumbuhan aset mampu mencapai 48,6 persen.
"Kinerja perbankan syariah kalau pada catatannya perkembangan sangat kecil, bahkan menurun, dan semua sepakat ini," kata Direktur Eksekutif Perbankan Syariah Bank Indonesia, Edi Setiadi pada acara Bincang-bincang Ramadhan dengan tema 'Menguak Krisis Sumber Daya Insani di Perbankan Syariah' di D'consulate Cafe, Jakarta, Senin (13/8/2012).
Sementara itu Dana Pihak Ketiga (DPK) hingga Juni hanya 3,62 persen, dimana tahun lalu mampu mencapai 51,4 persen. Pada sisi pembiayaan pun Bank Syariah baru 14,7 persen di semester awal ini.
"Pada akhir Desember 2011 itu pembiayaan bisa mencapai 50,0 persen, ini masih jauh dibandingkan sekarang," jelasnya.
Edi menambahkan, market share industri perbankan syariah terhadap industri perbankan nasional juga mengalami penurunan. Di akhir 2011 tercatat 4,02 persen, kemudian pada akhir Juni 2012 hanya mencapai 3,99 persen.
"Kinerja perbankan syariah kalau pada catatannya perkembangan sangat kecil, bahkan menurun, dan semua sepakat ini," kata Direktur Eksekutif Perbankan Syariah Bank Indonesia, Edi Setiadi pada acara Bincang-bincang Ramadhan dengan tema 'Menguak Krisis Sumber Daya Insani di Perbankan Syariah' di D'consulate Cafe, Jakarta, Senin (13/8/2012).
Sementara itu Dana Pihak Ketiga (DPK) hingga Juni hanya 3,62 persen, dimana tahun lalu mampu mencapai 51,4 persen. Pada sisi pembiayaan pun Bank Syariah baru 14,7 persen di semester awal ini.
"Pada akhir Desember 2011 itu pembiayaan bisa mencapai 50,0 persen, ini masih jauh dibandingkan sekarang," jelasnya.
Edi menambahkan, market share industri perbankan syariah terhadap industri perbankan nasional juga mengalami penurunan. Di akhir 2011 tercatat 4,02 persen, kemudian pada akhir Juni 2012 hanya mencapai 3,99 persen.
(gpr)
Lihat Juga :