Transaksi remitansi perbankan diprediksi meningkat
Selasa, 14 Agustus 2012 - 08:48 WIB
Transaksi remitansi perbankan diprediksi meningkat
A
A
A
Sindonews.com - Menjelang Hari Raya Idul Fitri transaksi remitansi (pengiriman uang) terutama yang berasal dari tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri diprediksi meningkat.
Group Head Remittance Business Development BNI Bayu Mahendra mengatakan, pada bulan Agustus ekspektasi kenaikan remitansi dapat mencapai sebesar 30 persen.
Total remitansi BNI sampai dengan Juli 2012 saja, kata Bayu, dari sisi slip mencapai 1.456.000 transaksi, dengan total volume USD43,2 miliar.
Sementara, dari volume kiriman remitance volume TKI sebesar Rp4,65 triliun. ”Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, khusus di periode Lebaran, transaksi remitansi BNI trennya tumbuh 30–40 persen, dan Agustus ini dapat mencapai 30 persen,” ujarnya dalam pesan singkatnya, kemarin.
Menurut Bayu, guna meningkatkan transaksi remitansinya, BNI menerapkan beberapa strategi seperti menambah collection point di luar negeri, memperluas paying agent di dalam negeri, mengembangkan sistem remitansi yang cepat dan handal, promosi dan CSR yang efektif, pricing yang menarik dan kompetitif, serta layanan remitnce call centre yang ramah dan responsif.
Head of Financial Institutions PT Bank CIMB Niaga Tbk Vonny Irawan mengatakan, menjelang Lebaran biasanya terjadi peningkatan pengiriman uang oleh TKI di luar negeri kepada keluarga mereka di Indonesia.
Pada bulan Juli 2012 misalnya, CIMB Niaga mencatatkan peningkatan total volume transaksi (pengiriman dan penerimaan) remitansi TKI, yang naik sebesar 29,86 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
”Seperti tahun-tahun sebelumnya, Ramadan dan Lebaran menjadi momen peningkatan bisnis layanan remitansi TKI,” ujar Vonny melalui keterangan persnya.
Vonny menambahkan, potensi bisnis transfer valas di Indonesia masih menarik. Kondisi perekonomian Indonesia yang stabil meski dibayangi ancaman krisis Eropa, menjadikan cukup banyak pemain yang melirik bisnis ini.
Menurut Vonny, di CIMB Niaga layanan ini telah dikembangkan sejak tahun 1989 dimulai di Hong Kong. Kemudian merambah ke negara-negara tujuan kerja TKI lainnya seperti Malaysia, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Kuwait.
Untuk layanan remitansi TKI, perseroan bekerja sama dengan institusi perbankan di luar negeri dan perusahaan jasa pengiriman uang global.
Group Head Remittance Business Development BNI Bayu Mahendra mengatakan, pada bulan Agustus ekspektasi kenaikan remitansi dapat mencapai sebesar 30 persen.
Total remitansi BNI sampai dengan Juli 2012 saja, kata Bayu, dari sisi slip mencapai 1.456.000 transaksi, dengan total volume USD43,2 miliar.
Sementara, dari volume kiriman remitance volume TKI sebesar Rp4,65 triliun. ”Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, khusus di periode Lebaran, transaksi remitansi BNI trennya tumbuh 30–40 persen, dan Agustus ini dapat mencapai 30 persen,” ujarnya dalam pesan singkatnya, kemarin.
Menurut Bayu, guna meningkatkan transaksi remitansinya, BNI menerapkan beberapa strategi seperti menambah collection point di luar negeri, memperluas paying agent di dalam negeri, mengembangkan sistem remitansi yang cepat dan handal, promosi dan CSR yang efektif, pricing yang menarik dan kompetitif, serta layanan remitnce call centre yang ramah dan responsif.
Head of Financial Institutions PT Bank CIMB Niaga Tbk Vonny Irawan mengatakan, menjelang Lebaran biasanya terjadi peningkatan pengiriman uang oleh TKI di luar negeri kepada keluarga mereka di Indonesia.
Pada bulan Juli 2012 misalnya, CIMB Niaga mencatatkan peningkatan total volume transaksi (pengiriman dan penerimaan) remitansi TKI, yang naik sebesar 29,86 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
”Seperti tahun-tahun sebelumnya, Ramadan dan Lebaran menjadi momen peningkatan bisnis layanan remitansi TKI,” ujar Vonny melalui keterangan persnya.
Vonny menambahkan, potensi bisnis transfer valas di Indonesia masih menarik. Kondisi perekonomian Indonesia yang stabil meski dibayangi ancaman krisis Eropa, menjadikan cukup banyak pemain yang melirik bisnis ini.
Menurut Vonny, di CIMB Niaga layanan ini telah dikembangkan sejak tahun 1989 dimulai di Hong Kong. Kemudian merambah ke negara-negara tujuan kerja TKI lainnya seperti Malaysia, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Kuwait.
Untuk layanan remitansi TKI, perseroan bekerja sama dengan institusi perbankan di luar negeri dan perusahaan jasa pengiriman uang global.
(gpr)
Lihat Juga :