Permintaan Dodol di Ogan Ilir melonjak

Minggu, 19 Agustus 2012 - 07:00 WIB
Permintaan Dodol di...
Permintaan Dodol di Ogan Ilir melonjak
A A A
Sindonews.com - Berkah Ramadan dirasakan sejumlah industri pengrajin dodol di Desa Tebing Gerinting, Kecamatan Indralaya Selatan, Kabupaten Ogan Ilir (OI). Pasalnya, sejak H-7 Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriah, permintaan (demand) makanan khas Lebaran, dodol semakin menunjukkan peningkatan.

Salah satu pengrajin dodol, Marida mengaku mendekati Lebaran ini memang permintaan pembuatan dodol meningkat. Peningkatan permintaan itu bukan datang dari desa setempat melainkan dari luar OI.

“Kini banyak warga yang membuat dodol dirumah kemudian akan dipasarkan langsung ke berbagai daerah di Pulau Sumatera seperti Palembang, Jambi, Lahat, OKI, OI, Banyuasin, dan daerah lainnya di Sumsel,” ungkap Marida kepada Sindonews di Inderalaya beberapa waktu lalu.

Wanita yang sudah berkecimpung dalam industri dodol sejak puluhan tahun ini menegaskan bahwa akibat tingginya permintaan pembuatan dodol, pihaknya terpaksa harus menambah kuantitas tenaga.

Selama ini, kata dia, biasanya hanya mempekerjakan sekitar 2 orang kini ditambah menjadi 6 orang. Pengerjaan pembuatan dodol ini tergantung dari banyaknya pesanan.

“Kami akui setiap menjelang Idul Fitri dan Idul Adha, pesanan dodol kami laris manis. Memang dapat dikatakan industri pembuatan dodol ini sebagai industri musiman dan tergantung dari pesanan,” ujar dia.

Dalam sehari, kata dia, pihaknya mampu memproduksi sekitar 1,5 ton dodol. Untuk harga jual dodol biasa ini sendiri sekitar Rp22.000 per kilogram. Sementara untuk harga dodol yang telah dicampur dengan olahan durian dijual Rp25.000 per kg.

Untuk beberapa kali produksi dodol ini, lanjut dia, setidaknya dibutuhkan sekitar 1.600 hingga 2.000 kelapa. Kelapa itu langsung dibeli dari Pasar Buah Palembang.

“Kami langsung membeli kelapa dari Palembang. Untung saja tahun ini persediaan kelapa di Palembang ada sehingga tidak menganggu proses produksi dodol kami ini. Ya, kalau tahun lalu, kami sempat merugi akibat putusnya stok kelapa di Palembang,” terang dia.

Untuk kompensasi yang diberikan kepada pekerja, lanjut dia, pihaknya memberikan upah sebesar Rp100.000 per hari per pekerja.

Dia berharap momentum Ramadan, Idul Fitri ini diupayakan dapat menambah berkah dalam menjalankan aktivitas membuat hingga menjual dodol ini ke tengah masyarakat.

Sementara itu, Sumirna, salah satu pedagang Pasar Inderalaya mengaku memang penjualan dodol dapat dikatakan musiman. Biasanya permintaan dan penjualan meingkat terjadi apda Idul Fitri dan Idul Adha mendatang.

“Saya juga menjual dodol ini karena pelanggan lama sudah ada. Jadilah sekalian menambah penghasilan dari menjual sayur mayur,” akunya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha: Pemerintah...
Pengusaha: Pemerintah Tidak Bisa Sendirian Menangani UMi
Danone Indonesia Tingkatkan...
Danone Indonesia Tingkatkan Kemampuan Digital dan UMKM Nasional
UMKM Diharapkan Naik...
UMKM Diharapkan Naik Kelas dengan Memanfaatkan Aplikasi Lokal
Pelaku Usaha Mikro Paling...
Pelaku Usaha Mikro Paling Rawan Bangkrut Saat Krisis Datang
UU Ciptaker Beri Kemudahan,...
UU Ciptaker Beri Kemudahan, Pemberdayaan dan Perlindungan bagi Pelaku UMKM
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun...
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun SRC Kembangkan Aplikasi untuk UMKM
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
6 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
6 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
6 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
7 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
7 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
7 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved