Soto Bening Mang Ijuh, bisa dijadikan cinderamata

Minggu, 19 Agustus 2012 - 18:00 WIB
Soto Bening Mang Ijuh,...
Soto Bening Mang Ijuh, bisa dijadikan cinderamata
A A A
Sindonews.com - Salah satu soto khas Bogor yaitu soto bening ternyata tidak hanya digemari masyarakat kota Bogor. Banyak masyarakat luar Bogor yang gemar soto bening.

Di antara beberapa penjual soto bening, warung tenda soto bening Pak Ijuh termasuk yang paling ramai. Sehari bisa sampai 250 pengunjung. Lokasinya di samping SD Pengadilan, Jalan Pengadilan Pasar Anyar Bogor.

Di Bogor, banyak warung tenda kaki lima yang menyajikan masakan khas soto Bogor, baik yang jenisnya soto kuning maupun soto bening. Namun bila diamati, ada beberapa yang benar-benar jadi favorit dan sering menjadi langganan para penikmatnya. Salah satunya adalah Soto Bening Mang Ijuh.

Lokasinya persis di depan Pasar Anyar Bogor dan stasiun kereta api Bogor. Anda bisa mampir dulu ke Pasar Anyar, yang menjadi pusat grosir berbagai produk, seperti sepatu, bisa belanja baju, sepatu, sandal dalam partai besar mendapatkan harga yang sangat spesial di Pasar Anyar yang kebetulan dekat dengan lokasi Soto Bening Pak Ijuh.

Dan bagi Anda yang membawa keluarga, Anda juga bisa memanjakan anak Anda dengan membawanya ke Taman Topi kira-kira 200 meter ke arah utara. Di sana terdapat tempat bermain untuk anak kecil. Selain Taman Topi Anda juga bisa singgah ke Kebun Raya Bogor kira-kira 1 km ke arah selatan. Dan bagi Anda yang datang dari luar kota hotel yang paling dekat dengan lokasi warung tenda ini adalah Hotel Salak. Di sekitar Hotel Salak juga Anda bisa menikmati ayam goreng Fatmawati.

Meskipun hanya menempati emperan beratap terpal biru dengan meja serta bangku kayu yang memanjang khas kaki lima, kedai soto Pak Ijuh ini memang sangat sederhana tetapi untuk rasa jangan ditanya, enaknya jempol lima dech. Apalagi bukan hanya soto yang disediakan, bagi Anda yang suka sate, Pak Ijuh juga menyediakan menu sate sapi yang dipadukan dengan bumbu kacang.

Keistimewahan. Soto bening ini memakai bahan dasar pala, cengkeh, kayu manis dan kapulaga (berbentuk seperti kemiri). Kuahnya bening, mengepul dengan aroma rempah rasa hangat menjalari tenggorokan, rasa kaldu yang kuat, daging dan tetelan yang empuk, sangat mulus mengelus lidah. Soto ini memakai bahan baku daging sapi lokal. Namun, soto ini harus dimakan saat masih panas mengepul karena saat dingin, jejak gumpalan lemak akan bertebaran di permukaan soto.

Warung tenda yang mulai buka jam 6 pagi sampai 12 siang setiap hari termasuk hari Minggu dan hari libur ini tampak selalu ramai dipadati pengunjung. Walau tempatnya berada persis di depan Pasar Anyar yang terkesan riuh dengan banyaknya orang berseliweran, dan lokasinya sangat sempit, kedai Mang Ijuh tetap banyak diminati.

Bahkan, bagi Anda yang ingin merayakan ulang tahun atau mengadakan suatu acara, soto bening Mang Ijuh ini juga sudah terbiasa melayani pesanan dalam jumlah besar untuk acara, tapi harus minimal pemesanan 100 porsi dan pemesanan beberapa hari sebelumnya.

Para pelanggan yang datang tidak hanya ibu-ibu yang antar-jemput anaknya sekolah, dan pegawai kantoran yang berlokasi di sekitar Pasar Anyar, tetapi ketika weekend atau liburan, banyak yang datang dari luar kota seperti Jakarta, Bandung, bahkan hingga luar Jawa yang menginap di Hotel Salak.

Sekali mencicipi nikmatnya soto Mang Ijuh, pasti mereka akan datang lagi. Bahkan uniknya, soto bening ini bisa dijadikan oleh-oleh untuk dibawa pulang ke rumah karena lemaknya tidak akan menggumpal di kuahnya dan tidak cepat basi.

Kata Mang Ijuh, soto beningnya bisa bertahan hingga 4 hari asal isi dan kuah dalam keadaan terpisah. Harga yang ditawarkan pun relatif murah mulai dari Rp 7.000 hingga Rp 12.000. Sementara untuk minuman, Mang Ijuh hanya menyiapkan teh botol yang harganya Rp2.500.

Untuk menjaga rasa, Mang Ijuh mengaku hingga saat ini menangani sendiri urusan racik-meracik bumbu, sedangkan untuk urusan goreng-menggoreng paruh atau yang lainnya dibantu oleh istri tercinta.

Usaha yang sudah dijalani Mang Ijuh kurang lebih 47 tahun, kini dibantu istri dan anak-anaknya, ini tidak memakai tenaga kerja dari luar. Tak heran jika setiap harinya bisa menghabiskan daging beserta jeroan kurang lebih 50 kg dan 30 liter beras.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha: Pemerintah...
Pengusaha: Pemerintah Tidak Bisa Sendirian Menangani UMi
Danone Indonesia Tingkatkan...
Danone Indonesia Tingkatkan Kemampuan Digital dan UMKM Nasional
UMKM Diharapkan Naik...
UMKM Diharapkan Naik Kelas dengan Memanfaatkan Aplikasi Lokal
Pelaku Usaha Mikro Paling...
Pelaku Usaha Mikro Paling Rawan Bangkrut Saat Krisis Datang
UU Ciptaker Beri Kemudahan,...
UU Ciptaker Beri Kemudahan, Pemberdayaan dan Perlindungan bagi Pelaku UMKM
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun...
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun SRC Kembangkan Aplikasi untuk UMKM
Berita Terkini
Sokong Mandatori B50...
Sokong Mandatori B50 Diproyeksi Butuh Anggaran Rp32,3 T, BPDP Beri Garansi Kesiapan Dana
22 menit yang lalu
Progres Tol Japek II...
Progres Tol Japek II Selatan Paket 2A Capai 84%, Siap Jadi Jalur Alternatif
57 menit yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating Indonesia, Kepercayaan Global Dinilai Masih Kuat
1 jam yang lalu
TUKS Petrokimia Gresik...
TUKS Petrokimia Gresik Raih Predikat Pelabuhan Terbaik Nasional
1 jam yang lalu
Siap-siap Pendaftaran...
Siap-siap Pendaftaran Peserta Magang Nasional Angkatan II Dibuka Mulai 16 Juli
2 jam yang lalu
Harga Serat Naik, Pemilik...
Harga Serat Naik, Pemilik Brand Lokal Mulai Menghitung Ulang Pilihan Kainnya
3 jam yang lalu
Infografis
5 Makanan yang Bisa...
5 Makanan yang Bisa Atasi Stres Akibat Kesepian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved