Lezat, dagingnya empuk dan tidak amis
Senin, 20 Agustus 2012 - 14:00 WIB
Lezat, dagingnya empuk dan tidak amis
A
A
A
Sindonews.com - Walaupun hanya kelas kaki lima, bebek goreng Joko Putra pantas disejajarkan dengan bebek goreng resto.
Dagingnya sangat empuk dan bumbunya terasa meresap. Apalagi sambalnya super pedas dengan pilihan dua jenis sambal. Lalapan timun dan kemangi yang terasa segar bisa membuat keringat Anda tercucur.
Warung tenda yang berlokasi di pinggir Jalan Petogogan II, Blok A Jakarta Selatan ini memang pantas disambangi. Anda penasaran?
Jakarta sudah tak asing dengan beragam santapan kuliner enak. Mulai dari kaki lima hingga yang berkelas restoran dan hotel bintang lima. Salah satu tempat yang menjual sajian nikmat dengan mengusung menu bebek goreng bisa Anda temui di Petogogan, Jakarta Selatan.
Bila Anda penasaran ingin mencicipi bebek goreng Joko Putra, rute perjalanan menuju ke sana tidak terlalu sulit. Kalau berpatokan dari Fatmawati Raya Anda bisa menuju ke arah Pasar Blok A. Melewati pasar sekitar 200 m ada perempatan, kemudian ambil tikungan ke arah kiri, sampai Anda menemukan warung tenda nasi uduk bertuliskan “Pak Joko Putra” Nasi Uduk, Bebek Goreng, Ayam Goreng, Pecel Lele, Ikan Mas, tepatnya di Jalan Petogogan II, Blok A.
Bebek goreng Pak Joko Putra memang buka mulai sore hari pukul 18.00 sampai pukul 23.00 WIB. Meski buka sampai pukul 23.00 WIB, namun jika Anda datang agak malam, Anda harus siap gigit jari dan tidak kebagian menikmati kelezatan rasa bebek goreng ini karena sangking ramainya.
Untuk memperoleh satu porsi saja kita harus menunggu cukup lama, tapi untungnya semua itu dapat terbayar oleh kelezatan rasanya yang krancis.
Nama bebek goreng Joko Putra diambil dari nama ayah Sugeng Wibowo, pemilik warung tenda itu. “Nama ayah saya Joko ternyata sangat berkah dan banyak memiliki peruntungan buat usaha saya,” ujar pria berusia 44 tahun ini.
Soal rasa, bebek gorengnya sangat berbeda dengan sajian warung nasi uduk pinggir jalan lainnya. Begitu pesanan Anda diantarkan ke meja, Anda akan disuguhkan sepiring nasi, dan satu potong bebek goreng panas dengan aroma yang sangat menggoda selera, ditemani pedasnya sambal mentah dan sambal matang serta lalapan ketimun dan daun kemangi yang terlihat segar.
Anda dijamin puas menyantap bebek goreng meskipun hanya sepotong karena ukurannya besar, satu ekor hanya dipotong jadi empat.
Begitu Anda mencicipi potongan dagingnya, rasanya sangat empuk dan tak ada bau amis. Bumbunya sangat terasa meresap ke daging, apalagi dicocol ke sambal terutama sambal cabai mentah yang kuat sekali rasa tomat mentahnya.
Untuk menikmati seporsi bebek goreng, Anda cukup merogoh kocek Rp13.000 saja. Ada pula menu lainnya, ayam dan lele goreng yang harganya Rp10.000 per porsi. Warungnya menyediakan minuman seperti es jeruk yang harganya Rp3.000, es teh manis Rp2.500, teh botol Rp2.500.
Jenis bebek yang digunakan adalah bebek yang disebut itik yang dipasoknya dari pasar Kebayoran Lama. Untuk menghilangkan rasa amis bebek dicuci sampai 6 kali di air yang mengalir.
Bumbu yang meresap hingga ke dalam daging bebek karena proses merendam bumbu yang lama juga membuat bau amis ikut hilang berganti rasa gurih sampai menembus tulang bebek.
Untuk sambalnya terasa sekali cabai dan tomatnya. Karena begitu kita cicipi yang dominan terasa adalah rasa pedas cabai dan segarnya tomat yang sangat melekat di lidah.
“Sambal sengaja saya buat dengan dua jenis, yang satu sambal mentah dan satu lagi sambal matang biar pengunjung bebas memilih sesuai seleranya,” ucapnya.
Diakui oleh Sugeng, seharinya sampai 500 orang mampir ke warungnya. Hari biasa maupun libur tetap ramai. Pengunjung bebek goreng Joko Putra kebanyakan para pegawai kantoran di sekitar lokasi warung tenda, meskipun ada pula pengunjung dari lokasi lainnya seperti Blok M Jakarta Selatan.
Pernah saat ada isu flu burung omsetnya berkurang, sehari laku hanya sekitar 30 ekor bebek tapi kondisi itu tidak berlangsung lama. Mahalnya harga bebek, dan sulitnya memperoleh bebek yang berusia tua juga diakuinya menjadi kendalanya saat ini.
Ayah dari dua anak, Bayu dan Iqbal ini mengolah sendiri resep bebek goreng yang dibuatnya dari hasil coba-coba. Ia mencoba berbagai macam racikan baru agar bebek yang digoreng tidak bau amis dan terasa empuk pada saat dicicipi.
Dagingnya sangat empuk dan bumbunya terasa meresap. Apalagi sambalnya super pedas dengan pilihan dua jenis sambal. Lalapan timun dan kemangi yang terasa segar bisa membuat keringat Anda tercucur.
Warung tenda yang berlokasi di pinggir Jalan Petogogan II, Blok A Jakarta Selatan ini memang pantas disambangi. Anda penasaran?
Jakarta sudah tak asing dengan beragam santapan kuliner enak. Mulai dari kaki lima hingga yang berkelas restoran dan hotel bintang lima. Salah satu tempat yang menjual sajian nikmat dengan mengusung menu bebek goreng bisa Anda temui di Petogogan, Jakarta Selatan.
Bila Anda penasaran ingin mencicipi bebek goreng Joko Putra, rute perjalanan menuju ke sana tidak terlalu sulit. Kalau berpatokan dari Fatmawati Raya Anda bisa menuju ke arah Pasar Blok A. Melewati pasar sekitar 200 m ada perempatan, kemudian ambil tikungan ke arah kiri, sampai Anda menemukan warung tenda nasi uduk bertuliskan “Pak Joko Putra” Nasi Uduk, Bebek Goreng, Ayam Goreng, Pecel Lele, Ikan Mas, tepatnya di Jalan Petogogan II, Blok A.
Bebek goreng Pak Joko Putra memang buka mulai sore hari pukul 18.00 sampai pukul 23.00 WIB. Meski buka sampai pukul 23.00 WIB, namun jika Anda datang agak malam, Anda harus siap gigit jari dan tidak kebagian menikmati kelezatan rasa bebek goreng ini karena sangking ramainya.
Untuk memperoleh satu porsi saja kita harus menunggu cukup lama, tapi untungnya semua itu dapat terbayar oleh kelezatan rasanya yang krancis.
Nama bebek goreng Joko Putra diambil dari nama ayah Sugeng Wibowo, pemilik warung tenda itu. “Nama ayah saya Joko ternyata sangat berkah dan banyak memiliki peruntungan buat usaha saya,” ujar pria berusia 44 tahun ini.
Soal rasa, bebek gorengnya sangat berbeda dengan sajian warung nasi uduk pinggir jalan lainnya. Begitu pesanan Anda diantarkan ke meja, Anda akan disuguhkan sepiring nasi, dan satu potong bebek goreng panas dengan aroma yang sangat menggoda selera, ditemani pedasnya sambal mentah dan sambal matang serta lalapan ketimun dan daun kemangi yang terlihat segar.
Anda dijamin puas menyantap bebek goreng meskipun hanya sepotong karena ukurannya besar, satu ekor hanya dipotong jadi empat.
Begitu Anda mencicipi potongan dagingnya, rasanya sangat empuk dan tak ada bau amis. Bumbunya sangat terasa meresap ke daging, apalagi dicocol ke sambal terutama sambal cabai mentah yang kuat sekali rasa tomat mentahnya.
Untuk menikmati seporsi bebek goreng, Anda cukup merogoh kocek Rp13.000 saja. Ada pula menu lainnya, ayam dan lele goreng yang harganya Rp10.000 per porsi. Warungnya menyediakan minuman seperti es jeruk yang harganya Rp3.000, es teh manis Rp2.500, teh botol Rp2.500.
Jenis bebek yang digunakan adalah bebek yang disebut itik yang dipasoknya dari pasar Kebayoran Lama. Untuk menghilangkan rasa amis bebek dicuci sampai 6 kali di air yang mengalir.
Bumbu yang meresap hingga ke dalam daging bebek karena proses merendam bumbu yang lama juga membuat bau amis ikut hilang berganti rasa gurih sampai menembus tulang bebek.
Untuk sambalnya terasa sekali cabai dan tomatnya. Karena begitu kita cicipi yang dominan terasa adalah rasa pedas cabai dan segarnya tomat yang sangat melekat di lidah.
“Sambal sengaja saya buat dengan dua jenis, yang satu sambal mentah dan satu lagi sambal matang biar pengunjung bebas memilih sesuai seleranya,” ucapnya.
Diakui oleh Sugeng, seharinya sampai 500 orang mampir ke warungnya. Hari biasa maupun libur tetap ramai. Pengunjung bebek goreng Joko Putra kebanyakan para pegawai kantoran di sekitar lokasi warung tenda, meskipun ada pula pengunjung dari lokasi lainnya seperti Blok M Jakarta Selatan.
Pernah saat ada isu flu burung omsetnya berkurang, sehari laku hanya sekitar 30 ekor bebek tapi kondisi itu tidak berlangsung lama. Mahalnya harga bebek, dan sulitnya memperoleh bebek yang berusia tua juga diakuinya menjadi kendalanya saat ini.
Ayah dari dua anak, Bayu dan Iqbal ini mengolah sendiri resep bebek goreng yang dibuatnya dari hasil coba-coba. Ia mencoba berbagai macam racikan baru agar bebek yang digoreng tidak bau amis dan terasa empuk pada saat dicicipi.
(gpr)
Lihat Juga :