PTBA optimistis capai target RKAP

Senin, 27 Agustus 2012 - 17:49 WIB
PTBA optimistis capai...
PTBA optimistis capai target RKAP
A A A
Sindonews.com - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) optimistis bisa membukukan kinerja sesuai dengan target dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun ini. Hal ini seiring dengan proyeksi membaiknya harga batu bara pada sisa tahun ini.

"Kita masih optimis bisa mencapai target di RKAP, terutama untuk target penjualan karena kita melihat harga sudah mulai membaik," kata Direktur Keuangan PTBA Achmad Sudarto di Jakarta, Senin (27/8/2012).

Perseroan pada tahun ini menargetkan, pendapatan sebesar Rp15 triliun dengan laba bersih senilai Rp3,6 triliun. Sedangkan produksi batu bara pada tahun ini ditargetkan tumbuh 26 persen dari tahun sebelumnya menjadi 17,42 juta ton dan penjualan sebanyak 18,67 juta ton.

Upaya yang akan dilakukan perseroan untuk mencapai target dalam RKAP, seperti menggenjot volume produksi, meningkatkan kualitas dan pengiriman batu bara tepat waktu, melakukan efisiensi belanja operasional, meningkatkan kerja sama angkutan kereta bersama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Di samping itu, menurut Achmad, capaian target tersebut selain ditopang dari membaiknya harga komoditas batu bara, juga meningkatnya permintaan batu bara.

"Apalagi kalau soal harga, 85 persen sudah lock up (terkunci) karena kita lakukan penjualan kontrak dan sisanya 15 persen kita jual ke pasar spot," imbuhnya.

Adapun, mayoritas harga batu bara yang sudah di-lock up adalah ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Penjualan batu bara PTBA sebesar 65 persen ke pasar domestik dan sisanya ke pasar ekspor, seperti ke Malaysia, Jepang, China dan India.

Direktur Utama PTBA Milawarma menjelaskan, permintaan batu bara dari China Selatan mengalami penurunan seiring menurunnya kondisi ekonomi di negara tersebut. Kendati demikian, penurunan permintaan batu bara perseroan diimbangi dengan meningkatnya permintaan batu bara dari India.

Dengan meningkatnya permintaan batu bara dari India, Milawarma menegaskan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor tambang tersebut tidak akan merevisi target dalam RKAP. "Kita belum berpikir untuk melakukan aktivitas revisi, yang penting kita optimalkan produksi dan penjualan bisa sesuai dengan kebutuhan pasar," tutur dia.
(gpr)
Berita Terkini
Industri Tekstil: Harus...
Industri Tekstil: Harus Pintar-pintar Menyikapi Tarif Impor AS
1 jam yang lalu
Wajib Tahu, Ini Cara...
Wajib Tahu, Ini Cara Hitung dan Bayar Pajak Kendaraan di Jakarta
2 jam yang lalu
Menilik Alasan di Balik...
Menilik Alasan di Balik Trump Terapkan Tarif Impor 32% ke Indonesia
3 jam yang lalu
Ditampar Tarif Impor...
Ditampar Tarif Impor Baru Trump, IHSG Diramal Ambruk Lagi ke 6.150
4 jam yang lalu
Eropa Butuh Rp182,5...
Eropa Butuh Rp182,5 Triliun demi Mengamankan Pasokan 250 Kargo Gas Alam Cair
5 jam yang lalu
Tarif Impor Terbaru...
Tarif Impor Terbaru Trump Hantam Negara-negara Termiskin, Bagaimana Nasibnya
7 jam yang lalu
Infografis
Pewaris Kerajaan Inggris...
Pewaris Kerajaan Inggris Pangeran William Jadi Target Drone Rusia
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved