November, kuota BBM bersubsidi habis
Senin, 03 September 2012 - 13:16 WIB
November, kuota BBM bersubsidi habis
A
A
A
Sindonews.com - PT Pertamina (Persero) menyatakan sisa kuota BBM bersubsidi hanya akan memenuhi kebutuhan masyarakat hingga November mendatang.
Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir menjelaskan, kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) besubsidi hanya tinggal 10 juta kilo liter (kl) dari kuota yang telah ditetapkan sebesar 40 juta kilo liter (kl). Sehingga pemerintah berencana untuk meminta tambahan kuota BBM bersubsidi agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.
Ali mengatakan, hingga Agustus 2012 lalu, realisasi konsumsi BBM subsidi sudah mencapai 29,32 juta kl, sehingga kuota BBM bersubsidi hanya tinggal sekitar 10 juta kl.
Sedikitnya sisa kuota BBM bersubsidi ini terjadi karena konsumsi BBM masyarakat saat ini yang telah mencapai 3,6 juta kl per bulan. "Stok BBM subsidi saat ini tinggal sekitar 10 juta kl lagi," kata Ali saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (3/9/2012)
Ali menambahkan, kuota BBM yang sebesar 10 juta kl tersebut tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat samapai akhir tahun. "Dari jumlah tersebut jika dibagi per bulan, konsumsi rata-rata mencapai 3,6 juta kl," ungkap Ali.
Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir menjelaskan, kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) besubsidi hanya tinggal 10 juta kilo liter (kl) dari kuota yang telah ditetapkan sebesar 40 juta kilo liter (kl). Sehingga pemerintah berencana untuk meminta tambahan kuota BBM bersubsidi agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.
Ali mengatakan, hingga Agustus 2012 lalu, realisasi konsumsi BBM subsidi sudah mencapai 29,32 juta kl, sehingga kuota BBM bersubsidi hanya tinggal sekitar 10 juta kl.
Sedikitnya sisa kuota BBM bersubsidi ini terjadi karena konsumsi BBM masyarakat saat ini yang telah mencapai 3,6 juta kl per bulan. "Stok BBM subsidi saat ini tinggal sekitar 10 juta kl lagi," kata Ali saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (3/9/2012)
Ali menambahkan, kuota BBM yang sebesar 10 juta kl tersebut tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat samapai akhir tahun. "Dari jumlah tersebut jika dibagi per bulan, konsumsi rata-rata mencapai 3,6 juta kl," ungkap Ali.
(gpr)
Lihat Juga :