Pertamina berharap tetap kelola BBM subsidi

Senin, 08 Oktober 2012 - 17:33 WIB
Pertamina berharap tetap...
Pertamina berharap tetap kelola BBM subsidi
A A A
Sindonews.com –PT Pertamina (Persero) berharap pengelolaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak dikelola oleh pihak asing seperti rencana Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) yang akan memberikan sebagian alokasi kepada Shell dan Petronas dari Amerika dan Malaysia.

Direktur Umum PT Pertamina Luhur Budi Djatmiko yang ditemui di Makassar Senin (08/10/12) disela peresmian pengoperasian Rumah Sehat BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) dan Pertamina serta Yayasan Wakaf Universitas Muslim Indonesia mengatakan, sebaiknya BBM bersubsidi itu tetap dikelola oleh Pertamina.

“Ini karena BBM bersubsidi peruntukannya untuk rakyat. Keuntungannya juga untuk rakyat, sehingga pengelolaannya harusnya juga oleh rakyat melalui Pertamina,” kata Luhur.

Walau demikian, Luhur mengaku, Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak akan mengintervensi keputusan itu. “Kami berharapnya tetap dikelola oleh Pertamina, tetapi jika itu telah menjadi putusan BPH Migas, tidak ada yang bisa kami lakukan selain menerima,” ujarnya.

Pada tahun-tahun sebelumnya, kata Luhur BPH Migas juga telah memberikan alokasi BBM bersubsidi kepada Shell dan Petrnonas, namun jumlahnya tidak begitu besar sehingga tidak nampak. Kali ini, rencana BPH Migas akan memberikan sekitar 6.300 kilo liter (kl) tiap bulannya kepada Shell dan Petronas, walau belum disetujui.

Beberapa waktu lalu, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Wilayah 7 Sulawesi telah menolak dan mengecam keras rencana tersebut.

Sekertaris Dewan Pimpinan Daerah 7 Sulawesi Hiswana Migas Muhammad Hasbidin mengatakan, tidak seharusnya BPH Migas memberikan kewenangan kepada Shell atau Petronas untuk mengelola BBM bersubsidi karena pengusaha nasional masih mampu dan siap menyalurkan BBM bersubsidi tersebut.

Apalagi pemberian kewenangan kepada Shell dan Petronas ditengah kian menipisnya ketersediaan BBM bersubsidi di Indonesia. Namun kata Luhur, perkiraan BBM bersubsidi akan habis Oktober ini, telah diundur hingga mencapai akhir tahun. Penambahan 4 juta kl telah didistribusikan, walau konsentrasinya untuk DKI Jakarta.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak Tepat Sasaran, Hanya...
Tak Tepat Sasaran, Hanya 40 Persen Masyarakat Tak Mampu Penerima Subsidi BBM
Menilik Urgensi Reformasi...
Menilik Urgensi Reformasi Subsidi BBM, Jangan Lupakan 2 Hal Ini
Subsidi BBM Jadi Beban...
Subsidi BBM Jadi Beban APBN, Legislator: Harus Cari Cara Tepat Sasaran
Pengamat: Subsidi Langsung...
Pengamat: Subsidi Langsung Jadi Solusi Masalah Penyaluran BBM
Kuota BBM Subsidi Tahun...
Kuota BBM Subsidi Tahun Depan Disepakati, Ini Rinciannya
DPR Usul Sistem Pemberian...
DPR Usul Sistem Pemberian Subsidi BBM Diubah
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
2 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
8 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
9 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
9 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
10 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Jejak Pendidikan Stella...
Jejak Pendidikan Stella Christie, Wamen yang Jadi Komisaris Pertamina Hulu Energi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved