Kuartal IV, Sucorinvest AM luncurkan reksa dana
Rabu, 10 Oktober 2012 - 16:03 WIB
Kuartal IV, Sucorinvest AM luncurkan reksa dana
A
A
A
Sindonews.com - PT Sucorinvest Asset Management berencana meluncurkan Goverment Bond Fund sebagai produk reksa dana terbarunya tahun ini.
Direktur Sucorinvest Asset Management, Christian Hermawan menerangkan, produk reksa dana tersebut akan diterbitkan dengan komposisi surat utang negara dan obligasi korporasi BUMN masing-masing sebesar 50 persen.
“Kami memilih government bond dan BUMN karena selama ini masyarakat agak was-was. Jadi kita pilihkan Surat Utang Negara (SUN) karena diketahui sebagai surat utang memiliki kestabilan dan resiko kecil untuk gagal bayar. Demikian juga BUMN yang mengeluarkan obligasi lebih dipercaya pasar daripada perusahaan non pemerintah," ujarnya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (10/10/2012).
SUN, sambungnya, dipilih karena dengan menitikberatkan pada likuiditasnya. “Kita memakai yang likuid dari yang likuid untuk mendapatkan yield ekstra. Kami menawarkan return 6-7 persen,” tambahnya.
Dengan diterbitkannya produk reksa dana tersebut, Sucorinvest berharap mampu menarik minat calon investor baru untuk terjun di reksa dana. "Diharapkan masyarakat percaya dengan kita mengeluarkan produk baru ini, sehingga mulai mencoba yang namanya reksa dana,” harapnya.
Keunggulan produk reksa dana ini, sambungnya, adalah harga yang lebih terjangkau hanya sekira Rp250.000. “Coba bandingkaan jika membeli obligasi minimal kan harus Rp500 juta. Begitu juga dengan ORI. Dengan reksa dana hanya dengan Rp250 ribu dan pajaknya juga tidak ada sehingga reksa dana cukup menguntungkan,” pungkasnya.
Direktur Sucorinvest Asset Management, Christian Hermawan menerangkan, produk reksa dana tersebut akan diterbitkan dengan komposisi surat utang negara dan obligasi korporasi BUMN masing-masing sebesar 50 persen.
“Kami memilih government bond dan BUMN karena selama ini masyarakat agak was-was. Jadi kita pilihkan Surat Utang Negara (SUN) karena diketahui sebagai surat utang memiliki kestabilan dan resiko kecil untuk gagal bayar. Demikian juga BUMN yang mengeluarkan obligasi lebih dipercaya pasar daripada perusahaan non pemerintah," ujarnya saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (10/10/2012).
SUN, sambungnya, dipilih karena dengan menitikberatkan pada likuiditasnya. “Kita memakai yang likuid dari yang likuid untuk mendapatkan yield ekstra. Kami menawarkan return 6-7 persen,” tambahnya.
Dengan diterbitkannya produk reksa dana tersebut, Sucorinvest berharap mampu menarik minat calon investor baru untuk terjun di reksa dana. "Diharapkan masyarakat percaya dengan kita mengeluarkan produk baru ini, sehingga mulai mencoba yang namanya reksa dana,” harapnya.
Keunggulan produk reksa dana ini, sambungnya, adalah harga yang lebih terjangkau hanya sekira Rp250.000. “Coba bandingkaan jika membeli obligasi minimal kan harus Rp500 juta. Begitu juga dengan ORI. Dengan reksa dana hanya dengan Rp250 ribu dan pajaknya juga tidak ada sehingga reksa dana cukup menguntungkan,” pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :