UMKM DIY harus melek teknologi
Rabu, 17 Oktober 2012 - 20:03 WIB
UMKM DIY harus melek teknologi
A
A
A
Sindonews.com - Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) harus melek teknologi. Mereka harus menguasai internet, sebagai saluran promosi dan penjualan. Trend penjualan secara online, akan menciptakan pasar tersendiri.
Ketua BPD Asosiasi eksportir dan produsen handicraft Indonesia (Asephi) GKR Pembayun mengatakan sarana promosi saat ini semakin luas.
Perdagangan tidak hanya terpaku pada pasar fisik, maupun event pameran. Namun promosi melalui internet cukup memiliki prospek, karena sifatnya lebih global.
“Menguasai internet, berarti mereka akan menciptakan pasar sendiri,” jelas Pembayun, pada Focus Group Discusion (FGD) Kebijakan dalam pemberdayaan UMKM di Bank BPD DIY, Rabu (17/10/12).
Untuk itu, kata Pembayun, sudah saatnya pelaku UMKM diberikan bekal teknologi. Mereka bisa memasarkan produk lebih luas di seluruh pelosok dunia. Bahkan prospek usaha lewat internet lebih menjanjikan. Asalkan kualitas produk tetap diutamakan.
Permasalah yang ada, banyak pelaku yang berada di pedesaan. Jangankan internet, mereka juga gagap dalam mengoperasikan computer. Ini tidak lepas dari banyaknya UMKM yang berskala industri rumah tangga.
“Mereka butuh pelatihan dan bimbingan, agar lebih maju,” tambah putri sulung Sultan Hamengkubuwono X ini.
Ketua BPD Asosiasi eksportir dan produsen handicraft Indonesia (Asephi) GKR Pembayun mengatakan sarana promosi saat ini semakin luas.
Perdagangan tidak hanya terpaku pada pasar fisik, maupun event pameran. Namun promosi melalui internet cukup memiliki prospek, karena sifatnya lebih global.
“Menguasai internet, berarti mereka akan menciptakan pasar sendiri,” jelas Pembayun, pada Focus Group Discusion (FGD) Kebijakan dalam pemberdayaan UMKM di Bank BPD DIY, Rabu (17/10/12).
Untuk itu, kata Pembayun, sudah saatnya pelaku UMKM diberikan bekal teknologi. Mereka bisa memasarkan produk lebih luas di seluruh pelosok dunia. Bahkan prospek usaha lewat internet lebih menjanjikan. Asalkan kualitas produk tetap diutamakan.
Permasalah yang ada, banyak pelaku yang berada di pedesaan. Jangankan internet, mereka juga gagap dalam mengoperasikan computer. Ini tidak lepas dari banyaknya UMKM yang berskala industri rumah tangga.
“Mereka butuh pelatihan dan bimbingan, agar lebih maju,” tambah putri sulung Sultan Hamengkubuwono X ini.
(gpr)
Lihat Juga :