KEN minta subsidi BBM mobil pribadi dicabut
Sabtu, 20 Oktober 2012 - 13:33 WIB
KEN minta subsidi BBM mobil pribadi dicabut
A
A
A
Sindonews.com - Subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang menghabiskan anggaran negara selama ini masih belum tepat sasaran. Sebagian besar subsidi justru dinikmati oleh kalangan mampu yang membawa mobil pribadi.
Demikian disampaikan Ketua Komite Ekonomi Nasional Chairul Tanjung usai memberikan sambutan dalam acara Kongres Ikatan Alumni Teknik Elektro ITS (IKA ELITS) hari ini.
"Apakah layak mereka disubsidi? Itu pertanyaannya. Kalau tidak layak, ya sebaiknya dicabut saja," ujar Chairul Tanjung di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu (20/10/2012).
Pengusaha yang sering dipanggil CT ini meminta pencabutan subsidi BBM bagi mobil-mobil pribadi. Pasalnya, mobil pribadi paling banyak mendapatkan porsi subsidi BBM, padahal pemiliknya tergolong orang-orang mampu.
Lebih lanjut, CT menambahkan, pemberian subsidi BBM untuk mobil-mobil pribadi adalah kebijakan yang tidak masuk akal secara filosofis. Subsidi seharusnya diberikan hanya kepada masyarakat kelas bawah yang tidak mampu.
"Prinsipnya, subsidi ini diperlukan bagi orang yang tidak mampu. Miskin, hampir miskin itu perlu disubsidi. Tapi orang kaya tidak perlu disubsidi," tandasnya. Cara ini, diyakini CT akan mengefisienkan anggaran negara yang masih sangat terbebani subsidi BBM.
Demikian disampaikan Ketua Komite Ekonomi Nasional Chairul Tanjung usai memberikan sambutan dalam acara Kongres Ikatan Alumni Teknik Elektro ITS (IKA ELITS) hari ini.
"Apakah layak mereka disubsidi? Itu pertanyaannya. Kalau tidak layak, ya sebaiknya dicabut saja," ujar Chairul Tanjung di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu (20/10/2012).
Pengusaha yang sering dipanggil CT ini meminta pencabutan subsidi BBM bagi mobil-mobil pribadi. Pasalnya, mobil pribadi paling banyak mendapatkan porsi subsidi BBM, padahal pemiliknya tergolong orang-orang mampu.
Lebih lanjut, CT menambahkan, pemberian subsidi BBM untuk mobil-mobil pribadi adalah kebijakan yang tidak masuk akal secara filosofis. Subsidi seharusnya diberikan hanya kepada masyarakat kelas bawah yang tidak mampu.
"Prinsipnya, subsidi ini diperlukan bagi orang yang tidak mampu. Miskin, hampir miskin itu perlu disubsidi. Tapi orang kaya tidak perlu disubsidi," tandasnya. Cara ini, diyakini CT akan mengefisienkan anggaran negara yang masih sangat terbebani subsidi BBM.
(rna)
Lihat Juga :