Perlu 10 tahun Eropa pulih dari krisis
Selasa, 23 Oktober 2012 - 11:48 WIB
Perlu 10 tahun Eropa pulih dari krisis
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar mengatakan, pertemuan antara Bank Dunia (World Bank) dengan Dana Moneter Internasional (IMF), terdapat empat permasalahan yang harus diwaspadai. Empat permasalahan tersebut akan mempengaruhi kondisi perekonomian global.
Pertama pertumbuhan ekonomi global yang semakin melambat, risiko untuk terus melambat sangat tinggi, perlambatan yang bisa diatasi negara-negara berkembang malah akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di negara berkembang. Terakhir pemulihan perekonomian yang belum jelas.
"Perlu 10 tahun untuk Eropa kembali dari pra-krisis, itu pun kalau prasyaratnya dipenuhi," ungkap Mahendra, kala ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (23/10/2012).
Secara spesifik, berdasarkan indikator, Mahendra menjelaskan pertumbuhan ekonomi hanya akan mencapai 3,3 persen. "Paling tidak pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 3,6 persen jauh dari pencapaian empat persen," tukas dia.
Seperti diketahui, belum lama ini, Bank Dunia (World Bank) telah mengadakan pertemuan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) dan beberapa Menteri Keuangan (Menkeu) serta perbankan di Jepang. Pertemuan ini dilakukan guna membahas kondisi perekonomian terkini.
Pertama pertumbuhan ekonomi global yang semakin melambat, risiko untuk terus melambat sangat tinggi, perlambatan yang bisa diatasi negara-negara berkembang malah akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di negara berkembang. Terakhir pemulihan perekonomian yang belum jelas.
"Perlu 10 tahun untuk Eropa kembali dari pra-krisis, itu pun kalau prasyaratnya dipenuhi," ungkap Mahendra, kala ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (23/10/2012).
Secara spesifik, berdasarkan indikator, Mahendra menjelaskan pertumbuhan ekonomi hanya akan mencapai 3,3 persen. "Paling tidak pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 3,6 persen jauh dari pencapaian empat persen," tukas dia.
Seperti diketahui, belum lama ini, Bank Dunia (World Bank) telah mengadakan pertemuan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) dan beberapa Menteri Keuangan (Menkeu) serta perbankan di Jepang. Pertemuan ini dilakukan guna membahas kondisi perekonomian terkini.
(gpr)
Lihat Juga :