Bangun bandara, Pemprov Jabar usulkan jual obligasi

Rabu, 24 Oktober 2012 - 15:24 WIB
Bangun bandara, Pemprov...
Bangun bandara, Pemprov Jabar usulkan jual obligasi
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) mengusulkan agar Bank BJB menerbitkan surat utang atau obligasi untuk membiayai Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB).

Surat utang sejenis Obligasi Ritel Indonesia (ORI) bisa di jual kepada masyarakat Jawa Barat dengan harga Rp300.000 per lembar. Pada tahap awal, penjualan surat utang sebanyak 15 juta lembar.

Menurut Kepala Bappeda Jabar Denny Djuanda, dengan penjualan 15 juta lembar obligasi, maka akan terkumpul dana sekitar Rp4,5 triliun.

“Dana senilai Rp4,5 triliun cukup untuk membangun BIJB di Majalengka. Apabila rencana ini jadi, saya yakin dalam enam bulan kedepan, BIJB sudah bisa dibangun,” kata Denny Djuanda di sela-sela seminar sosialisasi Perda No.13/2010 tentang Pembangunan dan Pengembangan Bandar Udara Internasional Jabar dan Kertajati Aerocity di Hotel Horison, Kota Bandung, Rabu (24/10/2012).

Menurut Denny, untuk merealisasikan rencana tersebut, Bappeda telah melakukan pembicaraan serius dengan Bank BJB. Saat ini, Bank BJB telah membentuk tim kecil, untuk menentukan skema pembiayaan yang tepat untuk BIJB. Bank BJB juga sedang menjajaki kemungkinan diterbitkannya obligasi untuk BIJB.

Dijelaskan Denny, masyarakat dinilai akan lebih percaya kepada perbankan untuk membeli surat utang. Denny optimistis, jumlah penduduk Jabar yang mencapai 45 juta orang, sebagiannya akan tertarik membeli obligasi BIJB senilai Rp300 ribu per lembar.

Bank BJB, tambah Denny, tinggal membuat skema bagi hasil agar lebih menjanjikan. Diakui Denny, konsep tersebut pernah dilakukan PT Industri Pesawat Terbang Negara (IPTN) beberapa tahun lalu. Di mana, mereka mengeluarkan surat utang untuk membiayai pembuatan salah satu pesawat terbang produksi IPTN.

“Waktu itu hanya untuk PNS. Untuk BIJB, kita jual kepada masyarakat,” tandas dia.

Diakui dia, alternatif penerbitan obligasi BIJB untuk menanggulangi lambatnya pembangunan BIJB dan Kertajati Aerocity. Diketahui, pembangunan BIJB yang telah direncanakan sejak lama, tersendat akibat masalah pendanaan.

Selain mengandalkan dana pemerintah, pembangunan BIJB diharapkan melibatkan kalangan swasta. Walaupun, sampai saat ini, belum ada satupun kalangan swasta yang menyatakan kesiapannya.

Diketahui, Pemprov Jabar tahun ini hanya menggelontorkan dana APBD senilai Rp75 miliar dari rencana semula Rp200 miliar. Tahun 2013, APBD yang disalurkan senilai Rp175 miliar. “Saya minta rencana APBD 2013 untuk BIJB senilai Rp175 miliar bisa terlaksana. Jangan lagi ada pengurangan,” kata Bupati Kabupaten Majalengka Sutrisno.

Sementara itu, Kasub Dit Operasional dan Penerbangan Direktorat Perhubungan RI Nur Isnaini mengatakan, pembangunan BIJB tidak menutup kemungkinan melibatkan perbankan, seperti Bank BJB. Skema yang dipakai bisa dalam bentuk kredit sindikasi. “PT Angkasa Pura juga melakukan hal serupa,” kata Nur Isnaini.

Namun demikian, lanjut dia, pemerintah pusat telah berkomitmen membantu pembangunan BIJB. Salah satunya, dengan merevisi Peraturan Menteri Perhubungan No 34 Tahun 2005 tentang Pembangunan BIJB. Dimana, pada revisi tersebut, disebutkan bahwa pembangunan BIJB memungkinkan menggunakan dana APBN.

“Pasal yang mengatakan pembangunan BIJB tidak menggunakan dana APBN sudah dicabut. Artinya, kita berharap tahun 2013, pembangunan BIJB bisa menyerap dana APBN,” pungkas dia. Namun demikian, dia tidak menyebutkan berapa alokasi anggaran yang diajukan kepada pemerintah pusat.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Polytama Propindo Tawarkan...
Polytama Propindo Tawarkan Kupon Obligasi 12%
Yuk, Beli Nggak? Penawaran...
Yuk, Beli Nggak? Penawaran Sukuk Ritel SR013 Bank Mandiri Tutup Dua Hari Lagi Lho..
Pasar Obligasi Indonesia...
Pasar Obligasi Indonesia Masih Tawarkan Imbal Hasil yang Legit buat Asing
ORI 017 Investasi Risiko...
ORI 017 Investasi Risiko Kecil Paling Menguntungkan? Simak Riset Ini
Dengan Sejuta Rupiah,...
Dengan Sejuta Rupiah, Masyarakat Bisa Kail Cuan dari Surat Utang Pemerintah
Obligasi Korporasi Lebih...
Obligasi Korporasi Lebih Menggiurkan Dibanding Punya Pemerintah
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
6 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
7 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
9 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
11 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
12 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
13 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved