IHSG diprediksi menguat terbatas
Senin, 29 Oktober 2012 - 08:19 WIB
IHSG diprediksi menguat terbatas
A
A
A
Sindonews.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksi menguat terbatas pada posisi support 4.315-4.328 dan resistance 4.349-4.358.
IHSG kembali berpola spinning dan mendekati upper bollinger bands. MACD masih bergerak mendatar dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih mendatar di area overbought.
"Terlihat IHSG mencoba bertahan untuk tidak melemah sehingga pergerakan cenderung sideways," terang Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada kepada Sindonews, Senin (29/10/2012).
Meskipun terdapat potensi pelemahan karena kondisi bursa saham global yang kurang kondusif, namun dengan mulai banyaknya rilis laporan keuangan emiten domestik diharapkan pelemahan bersifat terbatas dan masih dapat bergerak variatif cenderung mencoba menguat terbatas.
"Seperti yang kami sampaikan sebelumnya dimana IHSG akan bervariatif cenderung mencoba menguat terbatas dan IHSG pun memang bergerak sesuai dengan perkiraan kami tersebut," ujarnya.
Bahkan, seperti beberapa tahun sebelumnya secara historikal, dimana jelang libur Idul Adha, IHSG mampu bertahan di zona hijau meskipun dalam perjalanannya sempat mampir ke zona merah.
Adanya ekspektasi dan positifnya rilis kinerja emiten perbankan dan emiten lainnya memberikan sentimen positif untuk melakukan pembelian selektif.
Sementara, pergerakan bursa saham Asia yang bervariatif cenderung menguat dan pembukaan pasar saham Eropa yang juga cenderung positif membuat IHSG mampu menutup perdagangan di teritori positif.
Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, IHSG menyentuh level 4.346,48 (level tertingginya) di awal sesi I dan sempat menyentuh level 4.323,13 (level terendahnya) di pertengahan sesi II dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.339,15.
Volume perdagangan pada hari itu, tercatat naik dan nilai total transaksi tercatat turun.
Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pergerakan nilai tukar rupiah dipicu hasil FOMC Meeting AS yang masih menegaskan komitmen The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter longgarnya atau tidak ada perubahan sama sekali dibandingkan hasil FOMC sebelumnya.
Rupiah sempat mendapat sentimen positif setelah Bank Sentral New Zealand masih mempertahankan suku bunga di level 2,5 persen dan membaiknya data PDB Inggris yang menunjukkan telah keluar dari jurang resesi.
Akan tetapi, di sisi lain penguatan terbatas setelah belum adanya kesepakatan antara Troika yang menginginkan target defisit fiskal Yunani sebesar 3 persen terhadap PDB bisa dicapai pada 2014, namun Yunani menginginkan tercapai pada 2016.
Bursa saham Asia pada akhir lalu pekan anjlok seiring hasil kinerja Apple Inc yang melemah, dan kinerja perusahaan regional seperti China Unicom dan Canon Inc yang dibawah estimasi. Tren kenaikan indeks saham mengalami kehilangan momentum dan indeks HSI secara teknikal juga dinilai overbought sehingga terjadi aksi ambil untung.
Penurunan GDP KorSel turut direspon negatif. Selain Apple Inc., beberapa rilis emiten
yang di bawah estimasi diantaranya Amazon.com, BOC Hong Kong Holdings Ltd., dan Hitachi Ltd.
Pergerakan bursa saham Eropa dipicu oleh rilis beberapa emiten yang dibawah estimasi dan data ekonomi yang menunjukkan penurunan diantaranya Import Price Index bulanan Jerman, consumer confidence Perancis dan business confidence Italia.
Tak ketinggalan kenaikan pengangguran Spanyol pun turut direspon negatif. Akan tetapi, penurunan sedikit tertahan dan menguat tipis seiring dengan rilis kenaikan GDP AS dan diimbangi dengan adanya emiten yang mengalami keniakan, antara lain Straumann Holding AG., Belgacom SA., dan Anglo American Plc.
Pergerakan bursa saham AS bergerak variatif cenderung menguat tipis seiring dengan masih adanya emiten yang merilis kinerja yang lebih rendah, antara lain Goodyear Tire & Rubber Co., VeriSign Inc., CA Inc., Duppont, dan Dean Foods Co pada Jumat (26/10).
Pelemahan kinerja ini menyusul rilis Apple Inc., Ericsson, dan Banco Santander SA. sebelumnya yang juga di bawah estimasi. Adanya rilis emiten yang di bawah estimasi menutup sentimen positif dari kenaikan GDP AS.
IHSG kembali berpola spinning dan mendekati upper bollinger bands. MACD masih bergerak mendatar dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih mendatar di area overbought.
"Terlihat IHSG mencoba bertahan untuk tidak melemah sehingga pergerakan cenderung sideways," terang Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada kepada Sindonews, Senin (29/10/2012).
Meskipun terdapat potensi pelemahan karena kondisi bursa saham global yang kurang kondusif, namun dengan mulai banyaknya rilis laporan keuangan emiten domestik diharapkan pelemahan bersifat terbatas dan masih dapat bergerak variatif cenderung mencoba menguat terbatas.
"Seperti yang kami sampaikan sebelumnya dimana IHSG akan bervariatif cenderung mencoba menguat terbatas dan IHSG pun memang bergerak sesuai dengan perkiraan kami tersebut," ujarnya.
Bahkan, seperti beberapa tahun sebelumnya secara historikal, dimana jelang libur Idul Adha, IHSG mampu bertahan di zona hijau meskipun dalam perjalanannya sempat mampir ke zona merah.
Adanya ekspektasi dan positifnya rilis kinerja emiten perbankan dan emiten lainnya memberikan sentimen positif untuk melakukan pembelian selektif.
Sementara, pergerakan bursa saham Asia yang bervariatif cenderung menguat dan pembukaan pasar saham Eropa yang juga cenderung positif membuat IHSG mampu menutup perdagangan di teritori positif.
Sepanjang perdagangan akhir pekan lalu, IHSG menyentuh level 4.346,48 (level tertingginya) di awal sesi I dan sempat menyentuh level 4.323,13 (level terendahnya) di pertengahan sesi II dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.339,15.
Volume perdagangan pada hari itu, tercatat naik dan nilai total transaksi tercatat turun.
Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pergerakan nilai tukar rupiah dipicu hasil FOMC Meeting AS yang masih menegaskan komitmen The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter longgarnya atau tidak ada perubahan sama sekali dibandingkan hasil FOMC sebelumnya.
Rupiah sempat mendapat sentimen positif setelah Bank Sentral New Zealand masih mempertahankan suku bunga di level 2,5 persen dan membaiknya data PDB Inggris yang menunjukkan telah keluar dari jurang resesi.
Akan tetapi, di sisi lain penguatan terbatas setelah belum adanya kesepakatan antara Troika yang menginginkan target defisit fiskal Yunani sebesar 3 persen terhadap PDB bisa dicapai pada 2014, namun Yunani menginginkan tercapai pada 2016.
Bursa saham Asia pada akhir lalu pekan anjlok seiring hasil kinerja Apple Inc yang melemah, dan kinerja perusahaan regional seperti China Unicom dan Canon Inc yang dibawah estimasi. Tren kenaikan indeks saham mengalami kehilangan momentum dan indeks HSI secara teknikal juga dinilai overbought sehingga terjadi aksi ambil untung.
Penurunan GDP KorSel turut direspon negatif. Selain Apple Inc., beberapa rilis emiten
yang di bawah estimasi diantaranya Amazon.com, BOC Hong Kong Holdings Ltd., dan Hitachi Ltd.
Pergerakan bursa saham Eropa dipicu oleh rilis beberapa emiten yang dibawah estimasi dan data ekonomi yang menunjukkan penurunan diantaranya Import Price Index bulanan Jerman, consumer confidence Perancis dan business confidence Italia.
Tak ketinggalan kenaikan pengangguran Spanyol pun turut direspon negatif. Akan tetapi, penurunan sedikit tertahan dan menguat tipis seiring dengan rilis kenaikan GDP AS dan diimbangi dengan adanya emiten yang mengalami keniakan, antara lain Straumann Holding AG., Belgacom SA., dan Anglo American Plc.
Pergerakan bursa saham AS bergerak variatif cenderung menguat tipis seiring dengan masih adanya emiten yang merilis kinerja yang lebih rendah, antara lain Goodyear Tire & Rubber Co., VeriSign Inc., CA Inc., Duppont, dan Dean Foods Co pada Jumat (26/10).
Pelemahan kinerja ini menyusul rilis Apple Inc., Ericsson, dan Banco Santander SA. sebelumnya yang juga di bawah estimasi. Adanya rilis emiten yang di bawah estimasi menutup sentimen positif dari kenaikan GDP AS.
(rna)
Lihat Juga :