Kerupuk kulit ternak rambah pasar nasional

Senin, 29 Oktober 2012 - 15:07 WIB
Kerupuk kulit ternak...
Kerupuk kulit ternak rambah pasar nasional
A A A
Sindonews.com - Usaha Kecil Menengah (UKM) Bonansa yang bergerak di bidang pembuatan kerupuk dari kulit ternak (sapi dan kerbau) mulai menembus pasar nasional.

Menurut pemilik UKM Bonansa, Edi, home industry yang merupakan satu-satunya di Bantaeng itu, dikirim ke Makassar, dalam bentuk setengah jadi, kemudian dikirim ke Jawa dan sejumlah daerah lainnya seperti Nusa Tenggara Barat (NTB) dan beberapa daerah lainnya.

“Sejauh ini kami baru bisa memproduksi bahan mentah untuk kerupuk kulit itu. Pengembangan untuk menjadi bahan kerupuk siap saji belum bisa dilakukan,” ungkap Edi, saat ditemui di kediamannya di Jl Garegea Bantaeng, Senin (29/10/2012).

Edi juga menambahkan, bisnis ini cukup menggiurkan. Dalam sehari, dia mengaku bisa menghabiskan lima ekor kulit sapi atau kerbau. Kebutuhan bahan baku kulit ternak di Bantaeng juga sangat memadai. Edi mengaku tidak pernah kekurangan bahan baku selama satu setengah tahun melakukan bisnis itu.

“Di Bantaeng kita tidak pernah kekuragan bahan baku. Setiap hari kita selalu dapat bahan bakunya. Malah kita juga biasa dapat bahan baku dari Bulukumba," jelas dia.

Dia menambahkan, produksi kulit ternak ini menjadi bahan baku kerupuk kulit ini adalah hasil bimbingan dari Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Bantaeng. Menurutnya, semua bagian tubuh dari ternak sebisa mungkin bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai jual. Termasuk dengan kulit ternak yang kadang terbuang percuma.

Lebih lanjut Edi mengatakan, bahan kerupuk kulit ini biasanya dijual kepada pengumpul di Makassar dengan harga antara Rp35 ribu sampai Rp40 ribu per kilogramnya. Biasanya, hasil produksi bahan kerupuk ternak ini dijual setiap sebulan sekali. Jumlah yang dikirim tidak sedikit. Beratnya bisa mencapai satu ton perbulan.

“Tidak usah saya sebutkanlah kalau omzetnya. Tapi lumayan untuk bisa menghidupi lima karyawan saya,” jelas dia.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pertambangan Energi (Disperindagtamben) Bantaeng A. Gani mengatakan, memang home industry kerupuk kulit tersebut, satu-satunya di Bantaeng, yang baru saja sekitar setahun lalu.

“Kami tetap akan memberikan pembinaan home industry, termasuk dengan mencari pasarnya. Untuk kerupuk kulit Sapi itu, merupakan ide dari masyarakat sendiri, dan nanti Pemkab membantun pemasarannya,” jelas Gani.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha: Pemerintah...
Pengusaha: Pemerintah Tidak Bisa Sendirian Menangani UMi
Danone Indonesia Tingkatkan...
Danone Indonesia Tingkatkan Kemampuan Digital dan UMKM Nasional
UMKM Diharapkan Naik...
UMKM Diharapkan Naik Kelas dengan Memanfaatkan Aplikasi Lokal
Pelaku Usaha Mikro Paling...
Pelaku Usaha Mikro Paling Rawan Bangkrut Saat Krisis Datang
UU Ciptaker Beri Kemudahan,...
UU Ciptaker Beri Kemudahan, Pemberdayaan dan Perlindungan bagi Pelaku UMKM
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun...
Omzet Tembus Rp5,7 Triliun SRC Kembangkan Aplikasi untuk UMKM
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
3 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
9 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
9 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
9 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
11 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
11 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Peristiwa Politik Nasional yang Menggemparkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved