IHSG diprediksi menguat terbatas
Rabu, 31 Oktober 2012 - 08:22 WIB
IHSG diprediksi menguat terbatas
A
A
A
Sindonews.com - Mengekor pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan sebelumnya yang ditutup menguat, pada hari ini IHSG kembali diproyeksi melanjutkan tren penguatannya.
"Pada perdagangan hari ini, diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.349-4.355 dan resistance 4.379-4.385," ujar kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Rabu (31/10/2012).
IHSG berpola white marubozu dan menjauhi middle bollinger bands. MACD bergerak mendatar dengan histogram positif yang sedikit memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali mencoba reversal naik pada area overbought.
IHSG mematahkan kembali potensi pelemahan yang ada dan mencoba kembali ke dalam tren kenaikannya. Diharapkan dengan masih akan adanya rilis laporan keuangan, IHSG masih dapat mempertahankan penguatannya. "Untuk itulah, IHSG kemungkinan akan bergerak variatif cenderung menguat terbatas," simpul Reza.
Pada perdagangan hari sebelumnya, IHSG kembali mencetak rekor tertinggi terbarunya melewati perkiraan sebelumnya meskipun selama intraday perdagangan berjalan datar.
Sejak awal pembukaan, IHSG langsung menuju zona hijau meskipun kondisi bursa saham Asia di awal perdagangan sempat melemah karena merespon dampak gangguan badai Sandy terhadap aktivitas bisnis di AS dan beberapa sentimen negatif di pasar Eropa.
Negatifnya indeks HSI dan Nikkei pasca rilis berita keluarnya stimulus pembelian aset oleh BoJ sempat melambatkan IHSG. Namun, dengan pembukaan bursa saham Eropa yang positif membuat IHSG nyaman bertahan di zona hijau.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.366,86 (level tertingginya) jelang akhir sesi 2 dan sempat menyentuh level 4.328,94 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.364,60.
Volume perdagangan tercatat naik dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pergerakan nilai tukar Rupiah dipicu kecemasan pelaku pasar terhadap seberapa lama badai Sandy akan mengganggu aktivitas sektor keuangan dan aktivitas pemerintahan AS.
Pasar juga khawatir badai tersebut akan berubah menjadi badai Katrina seperti yang terjadi pada 2005. Sentimen negatif lainnya, ketidakpastian waktu bagi Yunani untuk mendapatkan dana bailout berikutnya.
Akan tetapi, sentimen negatif tersebut terhalangi seiring BoJ yang kembali memberikan stimulus moneter. BoJ kembali mengucurkan tambahan stimulus berupa pembelian aset/obligasi senilai 11 triliun yen. Padahal, BoJ sebelumnya hanya diprediksi menambah stimulus senilai 10 tirliun yen.
Bursa saham Asia bergerak variatif menanggapi pembelian aset oleh BoJ. Nikkei melemah setelah BoJ mengumumkan perpanjangan program pembelian aset senilai 11 triliun yen hingga 60 triliun yen. Pelaku pasar melihat adanya potensi pelemahan pasca pengumuman stimulus tersebut karena pada September lalu rally saham hanya berlangsung beberapa saat.
Di sisi lain, lemahnya data-data ekonomi Jepang, penguatan yen dan berita negatif seputar dampak badai Sandy di AS turut direspon negatif.
Sampai dengan ulasan ini dibuat, bursa saham Eropa bergerak positif merespon positif terhadap rilis kinerja BP Plc., yang di atas estimasi dan menguatnya harga logam.
Sementara di AS, kemungkinan besar perdagangan masih ditutup. Jika bursa saham Eropa masih dapat bertahan di zona positif, diharapkan sentimen ini dapat berimbas positif pada pergerakan saham di pasar Asia besok.
"Jika hal itu terjadi maka diharapkan, bursa saham Asia bisa mengalami rebound," tandasnya.
"Pada perdagangan hari ini, diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.349-4.355 dan resistance 4.379-4.385," ujar kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Rabu (31/10/2012).
IHSG berpola white marubozu dan menjauhi middle bollinger bands. MACD bergerak mendatar dengan histogram positif yang sedikit memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali mencoba reversal naik pada area overbought.
IHSG mematahkan kembali potensi pelemahan yang ada dan mencoba kembali ke dalam tren kenaikannya. Diharapkan dengan masih akan adanya rilis laporan keuangan, IHSG masih dapat mempertahankan penguatannya. "Untuk itulah, IHSG kemungkinan akan bergerak variatif cenderung menguat terbatas," simpul Reza.
Pada perdagangan hari sebelumnya, IHSG kembali mencetak rekor tertinggi terbarunya melewati perkiraan sebelumnya meskipun selama intraday perdagangan berjalan datar.
Sejak awal pembukaan, IHSG langsung menuju zona hijau meskipun kondisi bursa saham Asia di awal perdagangan sempat melemah karena merespon dampak gangguan badai Sandy terhadap aktivitas bisnis di AS dan beberapa sentimen negatif di pasar Eropa.
Negatifnya indeks HSI dan Nikkei pasca rilis berita keluarnya stimulus pembelian aset oleh BoJ sempat melambatkan IHSG. Namun, dengan pembukaan bursa saham Eropa yang positif membuat IHSG nyaman bertahan di zona hijau.
Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.366,86 (level tertingginya) jelang akhir sesi 2 dan sempat menyentuh level 4.328,94 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.364,60.
Volume perdagangan tercatat naik dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pergerakan nilai tukar Rupiah dipicu kecemasan pelaku pasar terhadap seberapa lama badai Sandy akan mengganggu aktivitas sektor keuangan dan aktivitas pemerintahan AS.
Pasar juga khawatir badai tersebut akan berubah menjadi badai Katrina seperti yang terjadi pada 2005. Sentimen negatif lainnya, ketidakpastian waktu bagi Yunani untuk mendapatkan dana bailout berikutnya.
Akan tetapi, sentimen negatif tersebut terhalangi seiring BoJ yang kembali memberikan stimulus moneter. BoJ kembali mengucurkan tambahan stimulus berupa pembelian aset/obligasi senilai 11 triliun yen. Padahal, BoJ sebelumnya hanya diprediksi menambah stimulus senilai 10 tirliun yen.
Bursa saham Asia bergerak variatif menanggapi pembelian aset oleh BoJ. Nikkei melemah setelah BoJ mengumumkan perpanjangan program pembelian aset senilai 11 triliun yen hingga 60 triliun yen. Pelaku pasar melihat adanya potensi pelemahan pasca pengumuman stimulus tersebut karena pada September lalu rally saham hanya berlangsung beberapa saat.
Di sisi lain, lemahnya data-data ekonomi Jepang, penguatan yen dan berita negatif seputar dampak badai Sandy di AS turut direspon negatif.
Sampai dengan ulasan ini dibuat, bursa saham Eropa bergerak positif merespon positif terhadap rilis kinerja BP Plc., yang di atas estimasi dan menguatnya harga logam.
Sementara di AS, kemungkinan besar perdagangan masih ditutup. Jika bursa saham Eropa masih dapat bertahan di zona positif, diharapkan sentimen ini dapat berimbas positif pada pergerakan saham di pasar Asia besok.
"Jika hal itu terjadi maka diharapkan, bursa saham Asia bisa mengalami rebound," tandasnya.
(rna)
Lihat Juga :