BTEL bukukan rugi bersih Rp978 M
Jum'at, 02 November 2012 - 09:01 WIB
BTEL bukukan rugi bersih Rp978 M
A
A
A
Sindonews.com - PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) hingga kuartal III tahun 2012 membukukan rugi bersih sebesar Rp978,27 miliar, turun 86,35 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp524,96 miliar.
Deputy President Director Bakrie Telecom, Jastiro Abi mengatakan, rugi bersih tersebut akibat adanya beban kerugian kurs karena depresiasi nilai rupiah yang mempengaruhi nilai kewajiban perusahaan dalam mata uang asing, termasuk beban bunga.
"Selain itu, juga karena meningkatnya beban depresiasi network asset setelah belanja asset di tahun lalu untuk peningkatan kualitas layanan," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (2/11/2012).
Sementara itu, pendapatan usaha perseroan turun sekitar 9,7 persen menjadi Rp1,77 triliun dari Rp1,97 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Beban usaha meningkat menjadi Rp2,1 triliun dari Rp2,09 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Kendati demikian, perseroan berhasil mencatat earnings before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) sebesar Rp. 324.3 miliar. Jastiro Abi menerangkan, angka tersebut naik sebesar 29 persen dibanding catatan pada periode sebelumnya tahun yang sama Rp251 miliar.
Deputy President Director Bakrie Telecom, Jastiro Abi mengatakan, rugi bersih tersebut akibat adanya beban kerugian kurs karena depresiasi nilai rupiah yang mempengaruhi nilai kewajiban perusahaan dalam mata uang asing, termasuk beban bunga.
"Selain itu, juga karena meningkatnya beban depresiasi network asset setelah belanja asset di tahun lalu untuk peningkatan kualitas layanan," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (2/11/2012).
Sementara itu, pendapatan usaha perseroan turun sekitar 9,7 persen menjadi Rp1,77 triliun dari Rp1,97 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Beban usaha meningkat menjadi Rp2,1 triliun dari Rp2,09 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Kendati demikian, perseroan berhasil mencatat earnings before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) sebesar Rp. 324.3 miliar. Jastiro Abi menerangkan, angka tersebut naik sebesar 29 persen dibanding catatan pada periode sebelumnya tahun yang sama Rp251 miliar.
(rna)
Lihat Juga :