Hero Group target 100 gerai hingga akhir tahun
Senin, 05 November 2012 - 19:53 WIB
Hero Group target 100 gerai hingga akhir tahun
A
A
A
Sindonews.com - PT Hero Supermarket Tbk (HERO) mengungkapkan hingga akhir tahun akan membangun gerai-gerai baru untuk wilayah Jabodetabek dan daerah lain hingga menjadi 100 gerai.
"Secara grup, kita menargetkan bangun toko bari hingga 100 gerai hingga akhir tahun. Khusus Giant, kita menargetkan memiliki 45 gerai untuk kelas hipermarket, dan 100 gerai untuk supermarket," ungkap General Manager Marketing Giant, Felyncia di Gedung Sindo, Jakarta, Senin (5/11/2012).
Untuk mewujudkan target tersebut, lanjut Felyncia, perseroan tidak akan gegabah membangunnya di sembarang tempat. Semua lokasi harus memiliki kualifikasi-kualifikasi tertentu.
"Kita tidak ingin menerapkan seperti kompetitor kita yang jaraknya bersebelahan-bersebelahan. Tapi kita akan masuk ke area-area tertentu yang diperkirakan tidak akan berbenturan dengan peraturan-peraturan," pungkasnya.
Namun, Felyncia enggan mengungkapkan nilai investasi yang dipersiapkan perseroan. "Untuk saat ini kita belum membuka berapa nilai investasi yang dibutuhkan. Tapi kami sedang fokus mempelajari peraturan-peraturan baru yang dikeluarkan pemerintah," tutupnya.
"Secara grup, kita menargetkan bangun toko bari hingga 100 gerai hingga akhir tahun. Khusus Giant, kita menargetkan memiliki 45 gerai untuk kelas hipermarket, dan 100 gerai untuk supermarket," ungkap General Manager Marketing Giant, Felyncia di Gedung Sindo, Jakarta, Senin (5/11/2012).
Untuk mewujudkan target tersebut, lanjut Felyncia, perseroan tidak akan gegabah membangunnya di sembarang tempat. Semua lokasi harus memiliki kualifikasi-kualifikasi tertentu.
"Kita tidak ingin menerapkan seperti kompetitor kita yang jaraknya bersebelahan-bersebelahan. Tapi kita akan masuk ke area-area tertentu yang diperkirakan tidak akan berbenturan dengan peraturan-peraturan," pungkasnya.
Namun, Felyncia enggan mengungkapkan nilai investasi yang dipersiapkan perseroan. "Untuk saat ini kita belum membuka berapa nilai investasi yang dibutuhkan. Tapi kami sedang fokus mempelajari peraturan-peraturan baru yang dikeluarkan pemerintah," tutupnya.
(gpr)
Lihat Juga :