Percepat industrialisasi gula, Kementan siapkan Rp89 M
Selasa, 06 November 2012 - 15:38 WIB
Percepat industrialisasi gula, Kementan siapkan Rp89 M
A
A
A
Sindonews.com - Kementrian Pertanian (Kementan) menaruh perhatian serius terhadap industrialisasi gula di Madura. Tak tanggung-tanggung, Kementan menyiapkan anggaran sebesar Rp89 miliar untuk mendorong percepatan industrialisasi gula di Madura.
Dirjen Perkebunan Kementan Gamal Nasir mengatakan, hasil pemetaan di Madura ada lahan seluas 60 ribu hektare yang bisa ditanami tebu. Potensi terbesar berada di Kabupaten Bangkalan dan Sampang.
Dia menyebut, lahan tersebut layak untuk budidaya tanaman tebu. Sebab, lingkungan agroklimatnya, sinar matahari, kecepatan angin, suhu, kelembaban udara dan air sangat memadai.
"Dengan budidaya yang baik dan nanti ditopang pabrik gula yang prima, rendemen bisa 9 persen,” kata Gamal usai kunjungannya di Surabaya, Selasa (6/11/2012).
Untuk mempercepat industrialisasi gula di pulau garam itu, Kementan menyiapkan bimbingan kepada tenaga penyuluh pertanian untuk memberikan panduan praktik budidaya tebu bagi petani setempat. Kementan juga mendorong perluasan areal tebu yang dilakukan oleh PT Perkebunan Nusantara X (PTPN X) hingga 4.000 hektare pada tahun 2013 mendatang. Hal itu dilakukan dengan menyiapkan dana sebesar Rp89 miliar untuk membantu bibit, traktor dan tenaga pendamping.
"Hingga saat ini, lahan tebu yang sudah dikembangkan oleh PTPN X di Madura sekitar 1.300 hektar," jelasnya. Dengan melihat potensi yang ada, lanjut Gamal, sekitar dua atau tiga pabrik gula baru yang modern dan berkapasitas 10.000 ton tebu per hari (TCD) bisa didirikan di kawasan tersebut.
Di tempat yang sama, Anggota DPR RI Komisi IV (bidang pertanian) Abdul Wahid mengatakan, Madura bisa menjadi salah satu jawaban untuk swasembada gula nasional. Selama ini, swasembada gula selalu terhambat perluasan areal tebu dan pembangunan pabrik baru.
”Semula banyak pihak kurang antusias mendengar rencana industrialisasi gula di Madura karena selama ini di sana kan identik dengan garam dan tembakau. Tapi setelah ke lapangan, ternyata luar biasa potensinya. Tanahnya bagus, udaranya bagus, airnya bagus. Untuk mendapat air, cuma 12 meter dari permukaan,” kata Abdul.
Abdul menambahkan, perluasan lahan tebu di Madura juga banyak diarahkan di lahan-lahan tidur. Bahkan, ada lahan tidur yang 50 tahun tidak digunakan sama sekali sekarang sudah disulap menjadi kebun tebu.
Dari lahan yang sekarang sudah dikembangkan di Kabupaten Bangkalan dan Sampang, terbukti bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Kondisi ini, bisa menekan urbanisasi dan pengiriman TKI ke luar negeri. Tak perlu kerja jadi TKI, di Madura berbudidaya tebu jauh lebih menjanjikan," tukasnya.
Dirjen Perkebunan Kementan Gamal Nasir mengatakan, hasil pemetaan di Madura ada lahan seluas 60 ribu hektare yang bisa ditanami tebu. Potensi terbesar berada di Kabupaten Bangkalan dan Sampang.
Dia menyebut, lahan tersebut layak untuk budidaya tanaman tebu. Sebab, lingkungan agroklimatnya, sinar matahari, kecepatan angin, suhu, kelembaban udara dan air sangat memadai.
"Dengan budidaya yang baik dan nanti ditopang pabrik gula yang prima, rendemen bisa 9 persen,” kata Gamal usai kunjungannya di Surabaya, Selasa (6/11/2012).
Untuk mempercepat industrialisasi gula di pulau garam itu, Kementan menyiapkan bimbingan kepada tenaga penyuluh pertanian untuk memberikan panduan praktik budidaya tebu bagi petani setempat. Kementan juga mendorong perluasan areal tebu yang dilakukan oleh PT Perkebunan Nusantara X (PTPN X) hingga 4.000 hektare pada tahun 2013 mendatang. Hal itu dilakukan dengan menyiapkan dana sebesar Rp89 miliar untuk membantu bibit, traktor dan tenaga pendamping.
"Hingga saat ini, lahan tebu yang sudah dikembangkan oleh PTPN X di Madura sekitar 1.300 hektar," jelasnya. Dengan melihat potensi yang ada, lanjut Gamal, sekitar dua atau tiga pabrik gula baru yang modern dan berkapasitas 10.000 ton tebu per hari (TCD) bisa didirikan di kawasan tersebut.
Di tempat yang sama, Anggota DPR RI Komisi IV (bidang pertanian) Abdul Wahid mengatakan, Madura bisa menjadi salah satu jawaban untuk swasembada gula nasional. Selama ini, swasembada gula selalu terhambat perluasan areal tebu dan pembangunan pabrik baru.
”Semula banyak pihak kurang antusias mendengar rencana industrialisasi gula di Madura karena selama ini di sana kan identik dengan garam dan tembakau. Tapi setelah ke lapangan, ternyata luar biasa potensinya. Tanahnya bagus, udaranya bagus, airnya bagus. Untuk mendapat air, cuma 12 meter dari permukaan,” kata Abdul.
Abdul menambahkan, perluasan lahan tebu di Madura juga banyak diarahkan di lahan-lahan tidur. Bahkan, ada lahan tidur yang 50 tahun tidak digunakan sama sekali sekarang sudah disulap menjadi kebun tebu.
Dari lahan yang sekarang sudah dikembangkan di Kabupaten Bangkalan dan Sampang, terbukti bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Kondisi ini, bisa menekan urbanisasi dan pengiriman TKI ke luar negeri. Tak perlu kerja jadi TKI, di Madura berbudidaya tebu jauh lebih menjanjikan," tukasnya.
(rna)
Lihat Juga :