Kadin khawatirkan rencana lock out rugikan Indonesia
Kamis, 08 November 2012 - 18:02 WIB
Kadin khawatirkan rencana lock out rugikan Indonesia
A
A
A
Sindonews.com - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menyatakan, kekhawatirannya terhadap rencana aksi mogok produksi (lock out) yang dikemukakan oleh Asosiasi Pedagang Indonesia (Apindo) kemarin.
Pasalnya, aksi lock out bakal mengganggu persiapan Indonesia menghadapi Asean Eco Community (AEC) pada 2015 mendatang.
"Ini kan kita mau menghadapi AEC, jangan sampai AEC ini kita lewatkan jadi gigit jari saja. Ini sangat berbahaya. Saya rasa Apindo tidak perlu besar-besarkan," kata Wakil Ketua Umum Kadin Natsir Mansyur di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (8/11/2012).
Natsir mengungkapkan, aksi lock out akan membuat iklim usaha di Indonesia menjadi buruk. Bila aksi itu benar-benar dijalankan, investasi akan beralih ke negara-negara lain.
"Saya khawatir, saat pemberlakukan AEC 2015, habislah. Makanya yang untung negara lain," ujarnya.Seperti diketahui, pada Rabu 7 November 2012 lalu, Apindo mengeluarkan ancaman akan melakukan aksi lock out sebagai tandingan rencana aksi mogok buruh.
Para pengusaha yang tergabung dalam Apindo merasa resah dengan aksi-aksi mogok buruh yang disertai sweeping akhir-akhir ini. Mereka menuntut pemerintah untuk segera memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi dunia usaha di Indonesia.
"Kami meminta kepastian hukum dari pemerintah, kalau tidak kami akan lock out seperti yang telah kami sampaikan pada Pak Presiden," tegas Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi kemarin.
Pasalnya, aksi lock out bakal mengganggu persiapan Indonesia menghadapi Asean Eco Community (AEC) pada 2015 mendatang.
"Ini kan kita mau menghadapi AEC, jangan sampai AEC ini kita lewatkan jadi gigit jari saja. Ini sangat berbahaya. Saya rasa Apindo tidak perlu besar-besarkan," kata Wakil Ketua Umum Kadin Natsir Mansyur di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (8/11/2012).
Natsir mengungkapkan, aksi lock out akan membuat iklim usaha di Indonesia menjadi buruk. Bila aksi itu benar-benar dijalankan, investasi akan beralih ke negara-negara lain.
"Saya khawatir, saat pemberlakukan AEC 2015, habislah. Makanya yang untung negara lain," ujarnya.Seperti diketahui, pada Rabu 7 November 2012 lalu, Apindo mengeluarkan ancaman akan melakukan aksi lock out sebagai tandingan rencana aksi mogok buruh.
Para pengusaha yang tergabung dalam Apindo merasa resah dengan aksi-aksi mogok buruh yang disertai sweeping akhir-akhir ini. Mereka menuntut pemerintah untuk segera memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi dunia usaha di Indonesia.
"Kami meminta kepastian hukum dari pemerintah, kalau tidak kami akan lock out seperti yang telah kami sampaikan pada Pak Presiden," tegas Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi kemarin.
(gpr)
Lihat Juga :