Sentimen negatif global masih hantui IHSG
Jum'at, 09 November 2012 - 08:23 WIB
Sentimen negatif global masih hantui IHSG
A
A
A
Sindonews.com - Meski sempat turun tajam pada perdagangan kemarin, akan tetapi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dapat ditutup di atas level psikologis 4.300. Pada perdagangan hari ini diprediksi berada pada kisaran support-resistance 4.290-4.365.
Menurut Research Analyst Panin Sekuritas Purwoko Sartono, faktor yang mempengaruhi pergerakan tersebut antara lain komisi Eropa menurunkan proyeksi pertumbuhan 17 negara euro 2013 dari satu persen menjadi 0,1 persen.
"Untuk Jerman diturunkan dari 1,7 persen menjadi 0,8 persen. Pada perdagangan terakhir pekan ini IHSG diproyeksikan akan bergerak mendatar dengan kecenderungan menguat," katanya di Jakarta, Jumat (9/11/2012).
Sementara itu, IHSG kemarin ditutup melemah menyusul sentimen negatif dari Wall Street. Presiden Amerika Serikat (AS) yang baru terpilih kembali dalam Pilpres, Barack Obama kini harus menghadapai negosiasi dengan kongres untuk menghindar dari apa yang namanya fiscal cliff.
"Fiscal cliff senilai lebih dari USD600 miliar dalam bentuk kenaikan pajak dan pemotongan belanja negara yang mengancam pertumbuhan ekonomi AS," jelasnya.
Sementara dari Eropa, komentar ECB juga menyumbang sentimen negatif karena kekhawatiran akan krisis utang yang ditakutkan membawa dampak negatif kepada pertumbuhan ekonomi Jerman.
Menurut Research Analyst Panin Sekuritas Purwoko Sartono, faktor yang mempengaruhi pergerakan tersebut antara lain komisi Eropa menurunkan proyeksi pertumbuhan 17 negara euro 2013 dari satu persen menjadi 0,1 persen.
"Untuk Jerman diturunkan dari 1,7 persen menjadi 0,8 persen. Pada perdagangan terakhir pekan ini IHSG diproyeksikan akan bergerak mendatar dengan kecenderungan menguat," katanya di Jakarta, Jumat (9/11/2012).
Sementara itu, IHSG kemarin ditutup melemah menyusul sentimen negatif dari Wall Street. Presiden Amerika Serikat (AS) yang baru terpilih kembali dalam Pilpres, Barack Obama kini harus menghadapai negosiasi dengan kongres untuk menghindar dari apa yang namanya fiscal cliff.
"Fiscal cliff senilai lebih dari USD600 miliar dalam bentuk kenaikan pajak dan pemotongan belanja negara yang mengancam pertumbuhan ekonomi AS," jelasnya.
Sementara dari Eropa, komentar ECB juga menyumbang sentimen negatif karena kekhawatiran akan krisis utang yang ditakutkan membawa dampak negatif kepada pertumbuhan ekonomi Jerman.
(gpr)
Lihat Juga :