UOB Indonesia bukukan laba Rp919,21 M
Jum'at, 09 November 2012 - 18:23 WIB
UOB Indonesia bukukan laba Rp919,21 M
A
A
A
Sindonews.com - PT Bank UOB Indonesia mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 49,13 persen menjadi Rp919,21 miliar pada kuartal ketiga tahun 2012 dari Rp616,38 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan ditopang sebagian oleh kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 25,96 persen menjadi Rp1,92 triliun dari Rp1,52 triliun tahun lalu.
“UOB Indonesia berhasil menumbuhkan portofolio kredit Bank di tengah-tengah kompetisi industri yang semakin meningkat. Bank secara umum diuntungkan oleh makin tingginya permintaan dari usaha yang mencari pembiayaan untuk membeli alat-alat berat, kendaraan niaga dan properti untuk kepentingan pabrik dan gudang," kata Presiden Direktur UOB Indonesia Armand B Arief dalam keterangan tertulisnya, Jumat (9/11/2012).
Pendapatan bunga juga naik sebesar 24,15 persen menjadi Rp843,37 miliar dan menyumbang 57,34 persen dari total pendapatan operasi Bank. Bank menurunkan biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) sebesar 73,41 persen hingga periode 30 September 2012 dari 76,73 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Kualitas aset juga tetap terjaga dengan tingkat rasio kredit bermasalah yang rendah sebesar 1,52 persen.
Membaiknya kinerja keuangan UOB Indonesia juga tercermin dalam rasio keuangan yang cukup stabil. Rasio Return on Asset (ROA) tercatat sebesar 2,73 persen, sedangan rasio Return on Equity (ROE) sebesar 16,61 persen dan marjin bunga bersih dipertahankan pada level 5,17 persen. Rasio kecukupan modal bank (CAR) tercatat sebesar 16,79 persen, di atas diatas ketentuan minimal Bank Indonesia sebesar 8 persen.
Pertumbuhan ditopang sebagian oleh kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 25,96 persen menjadi Rp1,92 triliun dari Rp1,52 triliun tahun lalu.
“UOB Indonesia berhasil menumbuhkan portofolio kredit Bank di tengah-tengah kompetisi industri yang semakin meningkat. Bank secara umum diuntungkan oleh makin tingginya permintaan dari usaha yang mencari pembiayaan untuk membeli alat-alat berat, kendaraan niaga dan properti untuk kepentingan pabrik dan gudang," kata Presiden Direktur UOB Indonesia Armand B Arief dalam keterangan tertulisnya, Jumat (9/11/2012).
Pendapatan bunga juga naik sebesar 24,15 persen menjadi Rp843,37 miliar dan menyumbang 57,34 persen dari total pendapatan operasi Bank. Bank menurunkan biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) sebesar 73,41 persen hingga periode 30 September 2012 dari 76,73 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Kualitas aset juga tetap terjaga dengan tingkat rasio kredit bermasalah yang rendah sebesar 1,52 persen.
Membaiknya kinerja keuangan UOB Indonesia juga tercermin dalam rasio keuangan yang cukup stabil. Rasio Return on Asset (ROA) tercatat sebesar 2,73 persen, sedangan rasio Return on Equity (ROE) sebesar 16,61 persen dan marjin bunga bersih dipertahankan pada level 5,17 persen. Rasio kecukupan modal bank (CAR) tercatat sebesar 16,79 persen, di atas diatas ketentuan minimal Bank Indonesia sebesar 8 persen.
(gpr)
Lihat Juga :