Dibayangi sentimen negatif global, IHSG berpotensi menguat
Senin, 12 November 2012 - 08:17 WIB
Dibayangi sentimen negatif global, IHSG berpotensi menguat
A
A
A
Sindonews.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi masih akan dibayangi sentimen negatif dari Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Kendati demikian, IHSG diprediksi memiliki potensi untuk menguat.
Analis PT Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan, isu jurang fiskal (fiscal cliff) AS senilai lebih dari USD600 juta dan perkembangan Yunani terkait usaha negara tersebut untuk memperoleh dana bantuan (bailout) memberi sentimen negatif terhadap bursa kawasan regional.
Menteri Keuangan kawaasan Eropa yang sedang menunggu laporan lengkap Yunani terkait sejumlah persyaratan yang telah dipenuhi untuk mendapatkan dana bantuan. Sementara Yunani telah mendapat restu dari parlemen negara tersebut untuk memangkas anggaran agara masuk dalam persyaratan dana bantuan. Dana bantuan Yunani tersebut diprediksi baru akan cair pada akhir November 2012.
Melihat kondisi tersebut, Purwoko memprediksi, bursa domestik pada perdagangan hari ini akan bergerak mixed, dengan kecenderungan menguat. "Kami melihat, sektor finansial, properti dan konstruksi masih dapat menjadi saham pilihan trading awal pekan ini," kata dia dalam keterangan tertulisnya kepada Sindonews, akhir pekan lalu.
Dia memprediksi, IHSG pada perdagangan hari ini akan bergerak pada level support 4.300, sedangkan resistance pada level 4.350. Adapun, saham yang direkomendasikan untuk menjadi pilihan pada perdagangan hari ini, diantaranya ADHI, MTDL, MYOR, WIKA dan BBNI.
Pada perdagangan akhir pekan lalu di Bursa, IHSG ditutup menguat 5,77 poin atau 0,13 persen menjadi 4.333,64. LQ45 naik 0,34 poin atau 0,01 persen menjadi 746,97.
Sedangkan, indeks kawasan Asia mengalami koreksi. Indeks Hang Seng melemah 182,53 poin atau 0,85 persen menjadi 21.384,38, Indeks Nikkei-225 tergerus 79,55 poin atau 0,9 persen menjadi 8.757,6 dan Indeks Straits Times berkurang 5,88 poin atau 0,2 persen menjadi 3.006,37.
Analis PT Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan, isu jurang fiskal (fiscal cliff) AS senilai lebih dari USD600 juta dan perkembangan Yunani terkait usaha negara tersebut untuk memperoleh dana bantuan (bailout) memberi sentimen negatif terhadap bursa kawasan regional.
Menteri Keuangan kawaasan Eropa yang sedang menunggu laporan lengkap Yunani terkait sejumlah persyaratan yang telah dipenuhi untuk mendapatkan dana bantuan. Sementara Yunani telah mendapat restu dari parlemen negara tersebut untuk memangkas anggaran agara masuk dalam persyaratan dana bantuan. Dana bantuan Yunani tersebut diprediksi baru akan cair pada akhir November 2012.
Melihat kondisi tersebut, Purwoko memprediksi, bursa domestik pada perdagangan hari ini akan bergerak mixed, dengan kecenderungan menguat. "Kami melihat, sektor finansial, properti dan konstruksi masih dapat menjadi saham pilihan trading awal pekan ini," kata dia dalam keterangan tertulisnya kepada Sindonews, akhir pekan lalu.
Dia memprediksi, IHSG pada perdagangan hari ini akan bergerak pada level support 4.300, sedangkan resistance pada level 4.350. Adapun, saham yang direkomendasikan untuk menjadi pilihan pada perdagangan hari ini, diantaranya ADHI, MTDL, MYOR, WIKA dan BBNI.
Pada perdagangan akhir pekan lalu di Bursa, IHSG ditutup menguat 5,77 poin atau 0,13 persen menjadi 4.333,64. LQ45 naik 0,34 poin atau 0,01 persen menjadi 746,97.
Sedangkan, indeks kawasan Asia mengalami koreksi. Indeks Hang Seng melemah 182,53 poin atau 0,85 persen menjadi 21.384,38, Indeks Nikkei-225 tergerus 79,55 poin atau 0,9 persen menjadi 8.757,6 dan Indeks Straits Times berkurang 5,88 poin atau 0,2 persen menjadi 3.006,37.
(rna)
Lihat Juga :