IHSG diproyeksi menguat terbatas
Selasa, 13 November 2012 - 08:20 WIB
IHSG diproyeksi menguat terbatas
A
A
A
Sindonews.com - Kendati pada perdagangan sebelumnya indeks harga saham gabungan (IHSG) gagal mempertahankan penguatannya, pada hari ini IHSG diproyeksi kembali menguat walau masih terbatas.
"Pada perdagangan hari ini diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.297-4.310 dan resistance 4.337-4.343," terang Kepala riset Trust Securities, Reza Priyambada, Selasa (13/11/2012).
Reza menjelaskan, IHSG membentuk spinning dan di bawah lower bollinger bands. MACD bergerak menurun dengan histogram negatif yang menurun. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali melanjutkan penurunan menuju ke area oversold.
Sementara pada perdagangan sebelumnya, IHSG gagal bertahan di zona positif dan tergelincir ke zona merah. Sepanjang perdagangaan, IHSG menyentuh level 4.339,01 (level tertingginya) pertengahan sesi 1 dan menyentuh level 4.311,52 (level terendahnya) di pertengahan sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.318,59.
Volume perdagangan tercatat naik dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Di sisi lain, pelemahan IHSG masih dapat bertahan dengan tidak turun di bawah level 4.300. "Sehingga masih ada harapan masuk ke tren kenaikan jangka menengah bila turut didukung oleh sentimen-sentimen yang ada," imbuh dia.
Reza menerangkan, masih terbatasnya penguatan IHSG karena banyak dipengaruhi faktor-faktor eksternal yang memang belum cukup kuat untuk membuat IHSG lebih leluasa melakukan penguatan.
Mulai menghijaunya bursa saham Asia dan pembukaan pasar saham Eropa belum mampu mendorong IHSG ke teritori hijau. Masih adanya kekhawatiran akan ketidaksepakatan jurang fiskal (fiscal cliff) Amerika Serikat dan isu likuiditas perlambatan ekonomi Eropa kembali menghadang laju IHSG.
"Apalagi data-data yang dirilis di Jepang juga kurang memberikan angin segar sehingga pelaku pasar, terutama investor domestik, banyak melakukan aksi jual," simpul dia.
"Pada perdagangan hari ini diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.297-4.310 dan resistance 4.337-4.343," terang Kepala riset Trust Securities, Reza Priyambada, Selasa (13/11/2012).
Reza menjelaskan, IHSG membentuk spinning dan di bawah lower bollinger bands. MACD bergerak menurun dengan histogram negatif yang menurun. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali melanjutkan penurunan menuju ke area oversold.
Sementara pada perdagangan sebelumnya, IHSG gagal bertahan di zona positif dan tergelincir ke zona merah. Sepanjang perdagangaan, IHSG menyentuh level 4.339,01 (level tertingginya) pertengahan sesi 1 dan menyentuh level 4.311,52 (level terendahnya) di pertengahan sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.318,59.
Volume perdagangan tercatat naik dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Di sisi lain, pelemahan IHSG masih dapat bertahan dengan tidak turun di bawah level 4.300. "Sehingga masih ada harapan masuk ke tren kenaikan jangka menengah bila turut didukung oleh sentimen-sentimen yang ada," imbuh dia.
Reza menerangkan, masih terbatasnya penguatan IHSG karena banyak dipengaruhi faktor-faktor eksternal yang memang belum cukup kuat untuk membuat IHSG lebih leluasa melakukan penguatan.
Mulai menghijaunya bursa saham Asia dan pembukaan pasar saham Eropa belum mampu mendorong IHSG ke teritori hijau. Masih adanya kekhawatiran akan ketidaksepakatan jurang fiskal (fiscal cliff) Amerika Serikat dan isu likuiditas perlambatan ekonomi Eropa kembali menghadang laju IHSG.
"Apalagi data-data yang dirilis di Jepang juga kurang memberikan angin segar sehingga pelaku pasar, terutama investor domestik, banyak melakukan aksi jual," simpul dia.
(rna)
Lihat Juga :