2013, MAMI bidik dana kelolaan Rp48 T

Selasa, 13 November 2012 - 17:53 WIB
2013, MAMI bidik dana...
2013, MAMI bidik dana kelolaan Rp48 T
A A A
Sindonews.com - PT Manulife Asset Management Indonesia (MAMI) membidik dana kelolaan tahun depan tumbuh sekitar 20 persen dibanding akhir tahun ini. Dengan target dana keloan tahun ini sebesar Rp40 triliun, maka dana kelolaan yang dibidik MAMI pada 2013 sebesar Rp48 triliun.

Presiden Direktur MAMI Legowo Kusumonegoro mengatakan, perusahaan pada akhir tahun ini optimistis bisa mengumpulkan dana kelolaan sebesar Rp40 triliun. "Tahun depan ditargetkan naik 20 persen dari tahun ini," kata dia di Jakarta, Selasa (13/11/2012).

Sementara pada kuartal III tahun ini, dana kelolaan MAMI tercatat Rp38,2 triliun, tumbuh sekitar 15 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Sementara untuk mencapai target dana kelolaan pada tahun depan, MAMI akan menerbitkan sejumlah produk reksa dana baru pada akhir tahun ini.

Pada tahun depan, reksa dana yang memiliki potensi tumbuh, yakni reksa dana saham dan pendapatan tetap. Sedangkan reksa dana pasar uang akan mengalami masa transisi, namun tetap akan menarik dibanding tahun ini.

"Tahun depan para manajer investasi akan berlomba keluarkan produk yang menarik untuk investasi," ujar Legowo.

MAMI juga berencana menggarap dana pensiun di Asia, khususnya di Indonesia. Pasalnya, sektor swasta dinilai akan sangat berperan ke depannya dalam masalah pendanaan pensiun.

Presiden Manulife Asset Management wilayah Asia Michael Dommermuth menambhakan, mayoritas program jaminan pensiun di Asia masih perlu ditingkatkan. Artinya, dibutuhkan instrumen investasi yang dapat memberikan pertumbuhan aset pribadi.

Nantinya perkembangan ini sangat dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah untuk penetrasi pasar finansial. "Pihak swasta juga harus mengembangkan produk alternatif seperti reksa dana," ujar Michael.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Belajar dari Kasus Influencer...
Belajar dari Kasus Influencer Keuangan, Patuhi Protokol untuk Memilih
Alokasikan Dana Liburan...
Alokasikan Dana Liburan dalam Instrumen Investasi yang Aman
Capek Kuliah Sambil...
Capek Kuliah Sambil Kerja, Yuk.. Bikin Uang Sakumu Aja yang Keringetan
Mudik Lebaran 2021 Dilarang,...
Mudik Lebaran 2021 Dilarang, Alihkan Dananya ke Investasi Reksa Dana
Simak Baik-Baik! Tips...
Simak Baik-Baik! Tips Menabung Duit Pensiun Bagi Milenials
Investasi Saham dan...
Investasi Saham dan Obligasi Tetap Menguntungkan, Covid-19 Ada Batasnya
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
27 menit yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
36 menit yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
52 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
54 menit yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
1 jam yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
1 jam yang lalu
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved