Penguatan IHSG terganjal libur panjang
Rabu, 14 November 2012 - 08:27 WIB
Penguatan IHSG terganjal libur panjang
A
A
A
Sindonews.com - Perdagangan pekan ini agaknya akan menjadi pekan yang berat bagi indeks harga saham gabungan (IHSG) untuk menguat. Pasalnya, selain sentimen negatif dari luar yang tak hentinya berhembus, dari sisi perdagangan yang waktunya lebih pendek karena libur panjang pada pekan ini juga akan menjadi penghambat IHSG untuk melakukan penguatannya.
"Selain faktor eksternal, libur panjang akhir pekan yang jatuh minggu ini diperkirakan akan memicu pemodal mengamankan keuntungan mereka," ujar analis dari PT Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, Rabu (14/11/2012).
Padahal, lanjut Purwoko, pada perdagangan hari ke dua pekan ini, IHSG sempat mengalami penguatan kendati masih sangat terbatas karena sentimen negatif yang berhembus belum juga reda.
"IHSG kemarin ditutup menguat tipis didukung oleh di tengah berbagai berita negatif dari regional yang membayangi pergerakan indeks. Investor masih wait and see hasil dari pembicaraan anggaran untuk mencegah fiscal cliff," sambung dia.
Untuk itu, kata dia, pasar masih harus mewaspadai berbagai kemungkinan, kususnya perkembangan makro ekonomi Amerika Serikat yang masih wait and see terhadap hasil fiscal cliff pasca terpilihnya Obama sebagai Presiden Amerika Serikat untuk kedua kalinya.
"Kami memperkirakan AS akan mampu menghindari fiscal cliff, dimana diekspektasikan Demokrat dan Republik akan mampu mencapai kesepakatan. Di sisi lain, pasar juga masih dibayangi gagalnya kesepakatan antara EU dan IMF terkait skema Yunani membayar hutangnya," tandasnya.
Sebelumnya, Menteri-Menteri Keuangan Eropa sudah sepakat untuk memberi tambahan waktu dua tahun bagi Yunani untuk menurunkan defisitnya hingga 2 persen dari GDP.
"Selain faktor eksternal, libur panjang akhir pekan yang jatuh minggu ini diperkirakan akan memicu pemodal mengamankan keuntungan mereka," ujar analis dari PT Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, Rabu (14/11/2012).
Padahal, lanjut Purwoko, pada perdagangan hari ke dua pekan ini, IHSG sempat mengalami penguatan kendati masih sangat terbatas karena sentimen negatif yang berhembus belum juga reda.
"IHSG kemarin ditutup menguat tipis didukung oleh di tengah berbagai berita negatif dari regional yang membayangi pergerakan indeks. Investor masih wait and see hasil dari pembicaraan anggaran untuk mencegah fiscal cliff," sambung dia.
Untuk itu, kata dia, pasar masih harus mewaspadai berbagai kemungkinan, kususnya perkembangan makro ekonomi Amerika Serikat yang masih wait and see terhadap hasil fiscal cliff pasca terpilihnya Obama sebagai Presiden Amerika Serikat untuk kedua kalinya.
"Kami memperkirakan AS akan mampu menghindari fiscal cliff, dimana diekspektasikan Demokrat dan Republik akan mampu mencapai kesepakatan. Di sisi lain, pasar juga masih dibayangi gagalnya kesepakatan antara EU dan IMF terkait skema Yunani membayar hutangnya," tandasnya.
Sebelumnya, Menteri-Menteri Keuangan Eropa sudah sepakat untuk memberi tambahan waktu dua tahun bagi Yunani untuk menurunkan defisitnya hingga 2 persen dari GDP.
(rna)
Lihat Juga :