Q4, kinerja emiten konstruksi diprediksi positif
Minggu, 18 November 2012 - 16:34 WIB
Q4, kinerja emiten konstruksi diprediksi positif
A
A
A
Sindonews.com - Prospek kinerja emiten kontruksi pada kuartal empat di tahun 2012 sepertinya akan bergantung pada realisasi proyek infrastruktur dari pemerintah yang masuk dalam program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
Analis Infovesta Praska Putrantyo menyebutkan, hal ini dapat menopang pertumbuhan nilai kontrak bagi emiten konstruksi. "Ini berpeluang menopang pertumbuhan nilai kontrak (order book) dari emiten-emiten kontruksi sekaligus menjadi katalis positif," ujarnya kepada Sindonews, Minggu (18/11/2012).
Jika berkaca pada kinerja emiten itu sendiri, emiten konstruksi pemerintah, seperti WIKA, ADHI dan PTPP mencatat tren kenaikan return on equity (ROE) sepanjang tahun ini. ADHI sebagai emiten dengan kenaikan tertinggi mencatat ROE per September sebesar 25 persen.
"Solidnya kinerja emiten-emiten kontrusi pemerintah tersebut, saya perkirakan masih berlangsung hingga akhir tahun ini ditopang oleh katalis-katalis yang sudah disebutkan sebelumnya," jelas Praska.
Sementara itu, hingga akhir September tahun ini, WIKA berhasil membukukan laba bersih naik 31,41 persen menjadi Rp282,57 miliar dari Rp215,02 miliar pada kuartal III tahun lalu, dengan pendapatan tumbuh 17,1 persen menjadi Rp6,37 triliun dari Rp5,44 triliun.
ADHI membukukan laba bersih naik signifikan sebesar 191,65 persen menjadi Rp88,21 miliar dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp30,25 miliar, dengan pendapatan tumbuh 13,74 persen menjadi Rp3,56 triliun dari posisi akhir September 2011 senilai Rp3,13 triliun.
Sedangkan, laba bersih PTPP per akhir kuartal III tahun ini diproyeksi tumbuh 73 persen menjadi Rp105,4 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp60,9 miliar, dengan pendapatan naik 34,01 persen menjadi Rp3,94 triliun dari posisi September tahun lalu Rp2,94 triliun.
Analis Infovesta Praska Putrantyo menyebutkan, hal ini dapat menopang pertumbuhan nilai kontrak bagi emiten konstruksi. "Ini berpeluang menopang pertumbuhan nilai kontrak (order book) dari emiten-emiten kontruksi sekaligus menjadi katalis positif," ujarnya kepada Sindonews, Minggu (18/11/2012).
Jika berkaca pada kinerja emiten itu sendiri, emiten konstruksi pemerintah, seperti WIKA, ADHI dan PTPP mencatat tren kenaikan return on equity (ROE) sepanjang tahun ini. ADHI sebagai emiten dengan kenaikan tertinggi mencatat ROE per September sebesar 25 persen.
"Solidnya kinerja emiten-emiten kontrusi pemerintah tersebut, saya perkirakan masih berlangsung hingga akhir tahun ini ditopang oleh katalis-katalis yang sudah disebutkan sebelumnya," jelas Praska.
Sementara itu, hingga akhir September tahun ini, WIKA berhasil membukukan laba bersih naik 31,41 persen menjadi Rp282,57 miliar dari Rp215,02 miliar pada kuartal III tahun lalu, dengan pendapatan tumbuh 17,1 persen menjadi Rp6,37 triliun dari Rp5,44 triliun.
ADHI membukukan laba bersih naik signifikan sebesar 191,65 persen menjadi Rp88,21 miliar dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp30,25 miliar, dengan pendapatan tumbuh 13,74 persen menjadi Rp3,56 triliun dari posisi akhir September 2011 senilai Rp3,13 triliun.
Sedangkan, laba bersih PTPP per akhir kuartal III tahun ini diproyeksi tumbuh 73 persen menjadi Rp105,4 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp60,9 miliar, dengan pendapatan naik 34,01 persen menjadi Rp3,94 triliun dari posisi September tahun lalu Rp2,94 triliun.
(rna)
Lihat Juga :