Sepanjang 2021, Djasa Ubersakti Bukukan Pendapatan Rp244 Miliar
Senin, 04 April 2022 - 08:05 WIB
loading...
Pembangunan proyek gedung Djasa Ubersakti. FOTO/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Emiten kontraktor swasta Djasa Ubersakti membukukan pendapatan usaha sebesar Rp244,24 miliar di 2021 meningkat 401,42 persen dibandingkan tahun 2020 sebesar Rp48,71 miliar. Peningkatan pendapatan akibat progres pekerjaan yang cukup signifikan hingga kontribusi anak usaha.
"Sepanjang 2021 perseroan mampu melewati tantangan kondisi perekonomian nasional di masa pandemi Covid-19 dengan baik meskipun sektor konstruksi dalam kondisi kontraksi. Perseroan berhasil membukukan laba sebesar Rp3,01 miliar meningkat 1,49 persen dibandingkan tahun sebelumnya," kata Direktur Keuangan PTDU Toto Yulianto saat konferensi pers, di Jakarta, baru-baru ini.
Baca Juga: Mulan Jameela Curhat Pendapatan Ahmad Dhani Turun Sejak Pandemi
Toto menjelaskan aset lancar perusahaan pada 2021 meningkat sebesar 73,87 persen menjadi Rp275,95 miliar meningkat dibandingkan 2020 sebesar Rp158,71 miliar. Kenaikan tersebut disebabkan oleh meningkatnya kas dan setara kas, tagihan bruto dari pemberi kerja, serta uang muka ke pemasok. Adapun aset tidak lancar mengalami penurunan sebesar 2,95 persen dari Rp72,60 miliar menjadi Rp70,46 miliar di 2021 akibat penurunan properti investasi yang dikonversi dengan pembayaran utang ke pemasok.
"Total aset naik 49,76 persen dari sebelumnya Rp231,31 miliar di tahun 2020 menjadi Rp346,41 miliar di tahun 2021," paparnya.
Sementara itu, dari liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar 63,87 persen dari Rp138,92 miliar di tahun 2020 menjadi Rp227,65 miliar. Liabilitas jangka panjang meningkat sebesar 823,50 persen dari Rp2,50 miliar menjadi Rp23,12 miliar di tahun 2021.
Secara total, liabilitas perseroan meningkat 77,31 persen dari Rp141,43 miliar di tahun 2020 menjadi Rp250,77 miliar di tahun 2021. Peningkatan liabilitas ini lebih disebabkan akibat kenaikan utang bank yang dipergunakan Perseroan untuk medukung pendanaan proyek-proyek yang sedang dikerjakan.
"Sepanjang 2021 perseroan mampu melewati tantangan kondisi perekonomian nasional di masa pandemi Covid-19 dengan baik meskipun sektor konstruksi dalam kondisi kontraksi. Perseroan berhasil membukukan laba sebesar Rp3,01 miliar meningkat 1,49 persen dibandingkan tahun sebelumnya," kata Direktur Keuangan PTDU Toto Yulianto saat konferensi pers, di Jakarta, baru-baru ini.
Baca Juga: Mulan Jameela Curhat Pendapatan Ahmad Dhani Turun Sejak Pandemi
Toto menjelaskan aset lancar perusahaan pada 2021 meningkat sebesar 73,87 persen menjadi Rp275,95 miliar meningkat dibandingkan 2020 sebesar Rp158,71 miliar. Kenaikan tersebut disebabkan oleh meningkatnya kas dan setara kas, tagihan bruto dari pemberi kerja, serta uang muka ke pemasok. Adapun aset tidak lancar mengalami penurunan sebesar 2,95 persen dari Rp72,60 miliar menjadi Rp70,46 miliar di 2021 akibat penurunan properti investasi yang dikonversi dengan pembayaran utang ke pemasok.
"Total aset naik 49,76 persen dari sebelumnya Rp231,31 miliar di tahun 2020 menjadi Rp346,41 miliar di tahun 2021," paparnya.
Sementara itu, dari liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar 63,87 persen dari Rp138,92 miliar di tahun 2020 menjadi Rp227,65 miliar. Liabilitas jangka panjang meningkat sebesar 823,50 persen dari Rp2,50 miliar menjadi Rp23,12 miliar di tahun 2021.
Secara total, liabilitas perseroan meningkat 77,31 persen dari Rp141,43 miliar di tahun 2020 menjadi Rp250,77 miliar di tahun 2021. Peningkatan liabilitas ini lebih disebabkan akibat kenaikan utang bank yang dipergunakan Perseroan untuk medukung pendanaan proyek-proyek yang sedang dikerjakan.
Lihat Juga :