IHSG butuh suntikan sentimen positif
Rabu, 21 November 2012 - 08:08 WIB
IHSG butuh suntikan sentimen positif
A
A
A
Sindonews.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi kembali melemah bila sentimen yang ada tidak cukup positif. Diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.278-4.298 dan resistance 4.325-4.334.
Menurut Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, secara teknikal bila level 4.300 gagal bertahan maka IHSG akan melengkapi pembentukan pola three black crows sebelum akhirnya dapat mengalami upreversal kembali.
"Dari peluang yang ada, terlihat bahwa IHSG berpotensi alami pelemahan kembali bila sentimen yang ada tidak cukup positif namun, diharapkan bersifat terbatas," katanya di Jakarta, Rabu (21/11/2012).
Sementara, pasar saham Eropa bergerak negatif karena sentimen negatif dari penurunan peringkat utang Perancis. Selain itu, pasar juga wait and see terhadap keputusan pemberian bailout Yunani.
"Sedangkan pasar saham Amerika Serikat (AS) pun diperkirakan bisa ikut terkena sentimen negatif tersebut. Bila hal ini terjadi maka bursa saham Asia pun bisa kembali melanjutkan pelemahannya, termasuk IHSG. Terkecuali terdapat sentimen positif yang mampu menahan pelemahan lanjutan tersebut," jelas Reza.
Sebelumnya, bursa saham Asia, terutama HSI, yang di awal perdagangan naik cukup signifikan dan memberikan imbas positif bagi IHSG pun tidak kuat menahan sentimen negatif dan akhirnya tumbang bersama dengan beberapa bursa saham Asia lainnya.
"Di sisi lain, akan adanya pertemuan Uni Eropa untuk membahas pemberian bailout selanjutnya bagi Yunani membuat pelaku pasar kembali bersikap wait and see dan memperlambat ritme perdagangan," ujarnya.
Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.345,50 (level tertingginya) di awal sesi I dan menyentuh level 4.290,42 (level terendahnya) jelang akhir sesi II dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.312,37.
Volume perdagangan tercatat naik dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Menurut Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, secara teknikal bila level 4.300 gagal bertahan maka IHSG akan melengkapi pembentukan pola three black crows sebelum akhirnya dapat mengalami upreversal kembali.
"Dari peluang yang ada, terlihat bahwa IHSG berpotensi alami pelemahan kembali bila sentimen yang ada tidak cukup positif namun, diharapkan bersifat terbatas," katanya di Jakarta, Rabu (21/11/2012).
Sementara, pasar saham Eropa bergerak negatif karena sentimen negatif dari penurunan peringkat utang Perancis. Selain itu, pasar juga wait and see terhadap keputusan pemberian bailout Yunani.
"Sedangkan pasar saham Amerika Serikat (AS) pun diperkirakan bisa ikut terkena sentimen negatif tersebut. Bila hal ini terjadi maka bursa saham Asia pun bisa kembali melanjutkan pelemahannya, termasuk IHSG. Terkecuali terdapat sentimen positif yang mampu menahan pelemahan lanjutan tersebut," jelas Reza.
Sebelumnya, bursa saham Asia, terutama HSI, yang di awal perdagangan naik cukup signifikan dan memberikan imbas positif bagi IHSG pun tidak kuat menahan sentimen negatif dan akhirnya tumbang bersama dengan beberapa bursa saham Asia lainnya.
"Di sisi lain, akan adanya pertemuan Uni Eropa untuk membahas pemberian bailout selanjutnya bagi Yunani membuat pelaku pasar kembali bersikap wait and see dan memperlambat ritme perdagangan," ujarnya.
Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.345,50 (level tertingginya) di awal sesi I dan menyentuh level 4.290,42 (level terendahnya) jelang akhir sesi II dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.312,37.
Volume perdagangan tercatat naik dan nilai total transaksi tercatat turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
(gpr)
Lihat Juga :