Kecewa, pengusaha ancam akan tutup usaha
Kamis, 22 November 2012 - 10:15 WIB
Kecewa, pengusaha ancam akan tutup usaha
A
A
A
Sindonews.com - Beberapa waktu lalu, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan akan melakukan aksi lock out bila demo buruh yang disertai sweeping serta ketidakpatian hukum tidak segera diselesaikan pemerintah.
Kini, Apindo mengeluarkan ancaman akan menutup usahanya karena merasa pemerintah sudah tidak mau mendengarkan aspirasi para pengusaha.
"Kalau sekarang bukan lock out lagi, tapi tutup saja," tegas Ketua Umum Apindo, Sofjan Wanandi kepada Sindonews setelah menghadiri acara talkshow Power Breakfest MNC Business di Menara MNC, Jakarta, Kamis (22/11/2012).
Sofjan mengaku tidak mempercayai janji-janji mengenai pemberian kepastian hukum dan jaminan keamanan yang dilontarkan pemerintah. Menurut dia, semua itu hanya lips service belaka sebab nyatanya tidak ada tindak lanjut dari pemerintah, aksi sweeping pabrik tetap berlangsung, kepastian hukum pun belum ada.
"Tak ada yang percaya itu, apa yang dikerjakan pemerintah? Saya nggak percaya, sudah bertahun-tahun kita dibohongi pemerintah," ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga mengatakan, dunia usaha di Indonesia saat ini sedang menghadapi banyak masalah. Di tengah semakin masifnya aksi-aksi demo buruh dan kenaikan upah minimum, barang-barang impor membanjiri pasar domestik. Situasi yang tidak menguntungkan ini bisa mendorong para pengusaha untuk menghentikan kegiatan usahanya.
"Sebenarnya gini, kalau kita lihat situasi sejak tahun lalu sampai sekarang, kita merasakan sekali produktivitas buruh menurun, absensi naik. Barang-barang impor sekarang sedang banjir karena kita nggak bisa bersaing lagi dengan cost yang tinggi. Upah tahun ini naik tinggi sekali, misalnya di Bogor sampai 80 persen," jelas Sofjan.
Kini, Apindo mengeluarkan ancaman akan menutup usahanya karena merasa pemerintah sudah tidak mau mendengarkan aspirasi para pengusaha.
"Kalau sekarang bukan lock out lagi, tapi tutup saja," tegas Ketua Umum Apindo, Sofjan Wanandi kepada Sindonews setelah menghadiri acara talkshow Power Breakfest MNC Business di Menara MNC, Jakarta, Kamis (22/11/2012).
Sofjan mengaku tidak mempercayai janji-janji mengenai pemberian kepastian hukum dan jaminan keamanan yang dilontarkan pemerintah. Menurut dia, semua itu hanya lips service belaka sebab nyatanya tidak ada tindak lanjut dari pemerintah, aksi sweeping pabrik tetap berlangsung, kepastian hukum pun belum ada.
"Tak ada yang percaya itu, apa yang dikerjakan pemerintah? Saya nggak percaya, sudah bertahun-tahun kita dibohongi pemerintah," ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga mengatakan, dunia usaha di Indonesia saat ini sedang menghadapi banyak masalah. Di tengah semakin masifnya aksi-aksi demo buruh dan kenaikan upah minimum, barang-barang impor membanjiri pasar domestik. Situasi yang tidak menguntungkan ini bisa mendorong para pengusaha untuk menghentikan kegiatan usahanya.
"Sebenarnya gini, kalau kita lihat situasi sejak tahun lalu sampai sekarang, kita merasakan sekali produktivitas buruh menurun, absensi naik. Barang-barang impor sekarang sedang banjir karena kita nggak bisa bersaing lagi dengan cost yang tinggi. Upah tahun ini naik tinggi sekali, misalnya di Bogor sampai 80 persen," jelas Sofjan.
(gpr)
Lihat Juga :